Home
Login.
Artikelilmiahs
49292
Update
FEBRINA PUTRI UTAMI
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengembangan Usahatani Kentang Berbasis Konservasi di Wilayah DAS Serayu Hulu (Studi Kasus di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
DAS Serayu hulu yang terletak di Kabupaten Wonosobo merupakan daerah tangkapan air dan berperan sebagai sumber utama penyedia air bersih. Desa Dieng merupakan sentra produksi kentang di Kabupaten Wonosobo. Praktik budidaya yang kurang tepat serta intensifikasi usahatani kentang di kawasan dataran tinggi Dieng, yang merupakan wilayah hulu DAS Serayu, telah menyebabkan erosi dan kerusakan lingkungan DAS. Kerusakan tersebut berdampak pada degradasi lahan, sehingga produktivitas kentang mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal bagi pengembangan usahatani kentang berbasis konservasi di wilayah DAS Serayu hulu, 2) merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan pada usahatani kentang berbasis konservasi di wilayah DAS Serayu hulu, 3) menentukan prioritas strategi pengembangan yang tepat untuk usahatani kentang berbasis konservasi di wilayah DAS Serayu hulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2025 di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dengan pemilihan responden menggunakan teknik simple random sampling sejumlah 39 petani kentang dan pemilihan informan kunci secara purposive sampling sejumlah 11 orang. Variabel penelitian meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Metode analisis data menggunakan analisis IFE (Internal Factor Evalution), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal-External), SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil analisis menunjukkan kekuatan terbesar usahatani kentang adalah kondisi agroklimat yang mendukung, sedangkan kelemahan terbesar adalah penurunan produktivitas. Peluang terbesar adalah ketersediaan sumber air, sedangkan ancaman terbesar adalah lahan miring yang rentan erosi. Prioritas strategi yang direkomendasikan adalah optimalisasi varietas kentang tahan penyakit dengan pemanfaatan kultur jaringan dengan nilai TAS sebesar 6,717.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The upper Serayu watershed located in Wonosobo Regency is a water catchment area and serves as the main source of clean water supply. Dieng village is the center of potato production in Wonosobo district. Inappropriate cultivation practices and intensification of potato farming in the Dieng plateau area, which is the upstream area of the Serayu watershed, have caused erosion and environmental damage to the watershed. This damage has resulted in land degradation, resulting in decreased potato productivity. The objectives of the study were to 1) identify internal and external factors for the development of conservation-based potato farming in the upper Serayu watershed area, 2) formulate alternative development strategies that can be applied to conservation-based potato farming in the upper Serayu watershed area, 3) determine the priority of appropriate development strategies for conservation-based potato farming in the upper Serayu watershed area. The research was conducted from February to March 2025 in Dieng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. The method used was a case study, with the selection of respondents using simple random sampling technique of 39 potato farmers and the selection of key informants by purposive sampling of 11 people. Research variables include internal factors and external factors. The data analysis method uses IFE (Internal Factor Evalution), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal-External), SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats), and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) analysis. The results of the analysis show that the greatest strength of potato farming is favorable agro-climatic conditions, while the greatest weakness is declining productivity. The greatest opportunity is the availability of water sources, while the greatest threat is erosion-prone sloping land. The recommended priority strategy is the optimization of disease-resistant potato varieties with the use of tissue culture with a TAS value of 6.717.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save