Home
Login.
Artikelilmiahs
49263
Update
SALMA ALISFAHANI KHALISHA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGERINGAN CHIP UBI KAYU MENGGUNAKAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA TIPE RAK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi kayu memiliki masa simpan yang singkat setelah panen akibat kadar air yang tinggi sehingga mudah mengalami kerusakan. Oleh karena itu, penanganan pascapanen seperti pengeringan diperlukan untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas bahan. Penelitian ini membandingkan pengeringan chip ubi kayu menggunakan alat pengering energi surya tipe rak dengan pengeringan konvensional. Tujuan penelitian adalah menganalisis karakteristik pengeringan chip ubi kayu menggunakan alat pengering energi surya tipe rak dengan pengeringan konvensional dan efisiensi alat pengering energi surya tipe rak pada pengeringan chip ubi kayu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua perlakuan, yaitu pengeringan dengan alat pengering energi surya tipe rak (P1) dan pengeringan konvensional (P2), kedua perlakuan dilakukan dengan kapasitas bahan yang sama untuk memudahkan perbandingan. Variabel yang diukur meliputi iradiasi surya, suhu pengeringan, kelembaban udara, susut bobot, lama pengeringan, kadar air, laju pengeringan, dan efisiensi pengeringan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji T independent sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode berhasil menurunkan kadar air chip ubi kayu di bawah 12% sesuai standar SNI selama waktu pengeringan 12 jam. Pada alat pengering energi surya, kadar air awal 57,2%, 57,3%, dan 56,6% pada rak 1, 2, dan 3 berkurang masing-masing menjadi 3%, 5,6%, dan 3,7% dengan suhu rata-rata antara 39,1°C sampai 41,2°C. Sedangkan pada pengeringan konvensional kadar air turun dari 56% menjadi 3% dengan suhu rata-rata 37,4°C. Efisiensi alat pengering energi surya tipe rak tercatat sebesar 23%. Uji T menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar air akhir antara pengeringan menggunakan alat pengering energi surya tipe rak dan pengeringan konvensional
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cassava has a short shelf life after harvest due to its high moisture content, making it prone to spoilage. Post-harvest handling such as drying is needed to extend shelf life and maintain quality. This study compares drying of cassava chips using a rack-type solar dryer and conventional sun drying. The objectives were to analyze the drying characteristics of cassava chips using a rack-type solar dryer and conventional sun drying and determine the efficiency of the rack-type solar dryer in drying cassava chips. An experimental method with two treatments was used: solar drying with a rack-type solar dryer (P1) and conventional drying (P2), each with the same chip capacity for comparison. Variables measured included solar radiation, drying temperature, air humidity, weight loss, drying time, moisture content, drying rate, and drying efficiency. Data were analyzed descriptively and tested using an independent samples t-test. Results showed both methods reduced cassava chip moisture content below 12%, meeting SNI standards within 12 hours. In the solar dryer, initial moisture contents of 57.2%, 57.3%, and 56.6% on racks 1, 2, and 3 decreased to 3%, 5.6%, and 3.7% respectively, with average temperatures between 39.1°C and 41.2°C. Conventional drying reduced moisture from 56% to 3% at an average temperature of 37.4°C. The efficiency of the rack-type solar dryer was 23%. Statistical analysis showed a significant difference in final moisture content between the solar dryer and conventional drying.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save