Home
Login.
Artikelilmiahs
49259
Update
NABILA AULIA AZIZAH
NIM
Judul Artikel
APLIKASI KOMBINASI BIO P60 DAN BIO T10 TERHADAP BENIH SEBAGAI UPAYA MENGHASILKAN BIBIT CABAI RAWIT SEHAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cabai rawit sering kali terinfeksi oleh patogen bawaan benih, sementara benih unggul yang tersedia belum terjamin kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi patogen bawaan benih yang terdapat pada benih yang tidak berkecambah, menentukan lama perendaman dan konsentrasi yang efektif dari kombinasi Bio P60 dan Bio T10 untuk mengendalikan penyakit bawaan benih, serta menghasilkan bibit cabai yang sehat. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kaca Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dari Oktober 2024 hingga Januari 2025, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol dan kombinasi konsentrasi Bio P60 dan Bio T10 (Bio P60 5 mL/L + Bio T10 10 mL/L, Bio P60 5 mL/L + Bio T10 20 mL/L, dan Bio P60 10 mL/L + Bio T10 10 mL/L) serta lama perendaman 30 dan 60 menit. Pengamatan meliputi identifikasi patogen, kejadian penyakit, parameter pertumbuhan tanaman, dan bobot biomassa. Hasil penelitian menunjukkan adanya patogen jamur bawaan benih Curvularia lunata pada benih yang tidak berkecambah. Perlakuan tunggal Bio P60 10 mL/L yang dikombinasikan dengan Bio T10 10 mL/L mampu menekan infeksi patogen hingga 84,05% dan meningkatkan biomassa kering sebesar 25%. Perendaman selama 60 menit secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman sebesar 3,33% dan jumlah daun sebesar 4,87%. Perlakuan paling efektif adalah kombinasi Bio P60 10 mL/L dan Bio T10 10 mL/L dengan lama perendaman 30 menit, yang mampu menurunkan kejadian penyakit sebesar 85,89% dan meningkatkan biomassa kering sebesar 40%. Perlakuan ini efektif dalam mengendalikan patogen bawaan benih dan menghasilkan bibit cabai rawit yang sehat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bird’s eye chili peppers are frequently affected by seed-borne pathogens, while the available superior seeds have not yet been guaranteed to be healthy. This study aimed to identify the seed-borne pathogens present in non-germinating seeds, determine the optimum soaking duration and effective concentration of the Bio P60 and Bio T10 combination to control seed-borne diseases, and produce healthy the chili seedlings. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Greenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from October 2024 to January 2025, using a Completely Randomized Design with four replications. The treatments consisted of control and combinations of Bio P60 and Bio T10 concentrations (Bio P60 5 mL/L + Bio T10 10 mL/L, Bio P60 5 mL/L + Bio T10 20 mL/L, and Bio P60 10 mL/L + Bio T10 10 mL/L) and soaking durations of 30 and 60 minutes. Observations included pathogen identification, disease incidence, plant growth parameters, and biomass weight. Results revealed the presence of the seed-borne fungal pathogen Culvularia lunata in non-germinating seeds. The single treatment of Bio P60 10 mL/L combined with Bio T10 10 mL/L reduced pathogen infection by up to 84,05% and increased dry biomass by 25%. Soaking for 60 minutes significantly increased plant height by 3.33% and leaf number by 4.87%. The most effective treatment was the combination of Bio P60 10 mL/L and Bio T10 10 mL/L with a 30-minute soaking time, which reduced disease incidence by 85.89% and enhanced dry biomass by 40%. This treatment effectively controls seed-borne pathogens and produces healthy bird’s eye chili seedlings.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save