Home
Login.
Artikelilmiahs
49221
Update
HANIIFAH FADHLILLAH RAHADI
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Carica Di UD Podangmas Kabupaten Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Carica (Carica pubescens) merupakan buah khas Dataran Tinggi Dieng dengan nilai ekonomi tinggi setelah diolah karena karakteristiknya yang tidak dapat dikonsumsi secara langsung. UD Podangmas menjadi pelopor usaha pengolahan carica yang telah berdiri sejak tahun 1981 dan mampu bertahan hingga saat ini, meskipun menghadapi fluktuasi produksi akibat perubahan iklim, ketersediaan bahan baku, dan persaingan pasar. UD Podangmas juga menghadapi berbagai permasalahan internal maupun eksternal, sementara itu UD Podangmas juga memiliki potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, diperlukan adanya strategi pengembangan usaha yang tepat dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap perkembangan usaha pengolahan carica di UD Podangmas Kabupaten Wonosobo; (2) merumuskan alternatif-alternatif strategi pengembangan usaha yang dapat diupayakan oleh UD Podangmas sesuai dengan kondisi lingkungan usahanya; (3) merekomendasikan prioritas strategi pengembangan usaha yang dapat diimplementasikan untuk keberlanjutan dan pengembangan usaha pengolahan carica di UD Podangmas Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga yakni informan kunci, informan utama, dan informan pendukung. Penentuan informan dilakukan secara sengaja (purposive) dengan kriteria informan yang dipilih mengetahui kondisi lingkungan UD Podangmas, mempunyai wewenang dan kemampuan dalam mengambil keputusan, berperan dalam perumusan strategi pengembangan usaha, serta memahami informasi yang diperlukan dalam penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah matriks IFE (Internal Factor Evaluation), matriks EFE (External Factor Evaluation), matriks IE (Internal-External), matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Penelitian ini menunjukkan faktor utama lingkungan internal dan eksternal UD Podangmas yakni cita rasa khas produk yang sesuai selera konsumen (kekuatan), aktivitas produksi bergantung pada ketersediaan buah carica (kelemahan), perluasan pasar melalui business to business (B2B) dengan hotel, restoran, kafe, dan toko oleh-oleh (peluang), dan strategi pemasaran usaha pengolahan carica lain yang lebih optimal (ancaman). Hasil matriks IFE diperoleh total skor 3,21, sedangkan total skor matriks EFE sebesar 3,12 menunjukkan posisi internal dan eksternal UD Podangmas kuat. Pada matriks IE diketahui posisi UD Podangmas berada di sel I sehingga dapat menerapkan strategi grow and build atau tumbuh dan membangun. Rumusan alternatif strategi diperoleh dari matriks SWOT yang menghasilkan delapan strategi. Prioritas strategi ditunjukkan pada hasil matriks QSPM yakni mengoptimalkan produksi saat ketersediaan buah carica melimpah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Carica (Carica pubescens) is a typical fruit of the Dieng Plateau with high economic value after processing due to its characteristics that cannot be consumed directly. UD Podangmas is a pioneer of the carica processing business that has been established since 1981 and has been able to survive until now, despite facing production fluctuations due to climate change, raw material availability, and market competition. UD Podangmas also faces various internal and external problems, while UD Podangmas also has great potential to grow. Therefore, an appropriate business development strategy is needed by identifying internal and external factors that aim to increase competitiveness and business sustainability. The objectives of this research are (1) identify and analyze the internal and external environmental conditions that affect the development of carica processing business at UD Podangmas Wonosobo Regency; (2) formulate alternative business development strategies that can be pursued by UD Podangmas in accordance with the conditions of its business environment; (3) recommend priority business development strategies that can be implemented for the sustainability and development of carica processing business at UD Podangmas Wonosobo Regency. This research uses a case study research method. The informants in this research are divided into three namely key informants, main informants, and supporting informants. The determination of informants is done purposively with the criteria that the selected informants know the environmental conditions of UD Podangmas, have the authority and ability to make decisions, play a role in the formulation of business development strategies, and understand the information needed in the research. The analysis methods used are IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, EFE (External Factor Evaluation) matrix, IE (Internal-External) matrix, SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) matrix and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) matrix. This research shows the main factors of UD Podangmas internal and external environment, namely the distinctive taste of the product that suits consumer tastes (strengths), production activities depend on the availability of carica fruit (weaknesses), market expansion through business to business (B2B) with hotels, restaurants, cafes, and souvenir shops (opportunities), and marketing strategies for other carica processing businesses that are more optimal (threats). The results of the IFE matrix obtained a total score of 3.21, while the total score of the EFE matrix of 3.12 shows that UD Podangmas internal and external positions are strong. In the IE matrix, it is known that UD Podangmas position is in sel I so that it can implement a grow and build strategy. The formulation of alternative strategies obtained from the SWOT matrix resulted in eight strategies. The priority strategy shown in the QSPM matrix results is optimizing production when the availability of carica fruit is abundant.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save