Home
Login.
Artikelilmiahs
49212
Update
SOFYAN EFFENDI
NIM
Judul Artikel
Peran Penulis Naskah Dalam Produksi Film Dokumenter “Napas Terakhir Dalang Jemblung”
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kesenian Jemblung merupakan salah satu bentuk seni tutur tradisional dari Banyumas yang mengandalkan kekuatan vokal. Namun seiring perkembangan zaman dan dominasi budaya populer, kesenian ini mengalami penurunan eksistensi serta kehilangan daya tariknya di kalangan generasi muda. Hal ini menjadi ancaman bagi keberlanjutan Jemblung sebagai warisan budaya lokal. Tujuan dari penciptaan film dokumenter "Napas Terakhir Dalang Jemblung" adalah untuk merekam, menyuarakan, dan memperkenalkan kembali kesenian Jemblung kepada publik, khususnya generasi muda. Dalam konteks ini, penulis naskah berperan dalam merancang struktur cerita, menyusun alur narasi, serta membentuk sudut pandang penceritaan agar bisa menyampaikan nilai-nilai dalam kesenian jemblung dalam format film dokumenter. Peran penulis naskah menjadi kunci dalam menyampaikan pesan film secara efektif dan menyentuh, sekaligus memastikan kesinambungan informasi yang ditampilkan dalam dokumenter. Film ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui media visual yang informatif dan reflektif. Selain itu, film ini juga berfungsi sebagai bentuk dokumentasi kreatif serta sarana edukasi dan advokasi budaya yang relevan dengan perkembangan zaman. Penyebaran film melalui media digital diharapkan mampu memperluas jangkauan penonton dan menumbuhkan kembali apresiasi terhadap kesenian tradisional.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Jemblung is a form of traditional oral art from Banyumas that relies heavily on vocal performance. However, with the passage of time and the dominance of popular culture, this art form has experienced a decline in existence and lost its appeal among younger generations. This poses a threat to the continuity of Jemblung as a local cultural heritage. The documentary film "Napas Terakhir Dalang Jemblung" (The Last Breath of the Jemblung Puppeteer) aims to document, voice, and reintroduce the Jemblung tradition to the public, particularly to the younger generation. In this context, the scriptwriter plays a crucial role in designing the story structure, developing the narrative flow, and shaping the perspective of storytelling in order to convey the cultural values of Jemblung within the documentary film format. The role of the scriptwriter is essential in delivering the film’s message effectively and emotionally, while also ensuring the continuity and clarity of information throughout the documentary. This film is expected to contribute to the preservation of local culture through a visual medium that is both informative and reflective. Additionally, it serves as a form of creative documentation as well as an educational and cultural advocacy tool that aligns with the times. Through digital media distribution, the film aims to reach a wider audience and revive appreciation for traditional art forms.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save