Home
Login.
Artikelilmiahs
49184
Update
HAMMAM FATURAHMAN YUSUF
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Fortifikasi Mineral Magnesium Dan Sulfur Dalam Pakan Terhadap Kecernaan Serat Kasar Dan Produksi Gas Metan Secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan secara in vitro. Pakan yang digunakan terdiri dari jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan 50 : 50. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) One Way Classification dengan tiga perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (P0 + magnesium 0,11% berdasarkan BK pakan), dan P2 (P1 + sulfur 0,83% berdasarkan BK pakan), masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Variabel yang diukur yaitu kecernaan serat kasar pakan dan produksi gas metan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi magnesium dan sulfur secara signifikan meningkatkan kecernaan serat kasar (P<0,01), dengan rataan tertinggi pada perlakuan fortifikasi magnesium dan sulfur (P2) sebesar 59,31 ± 3,51% dibandingkan dengan fortifikasi magnesium (P1) sebesar 49,12 ± 2,95% dan kontrol (P0) sebesar 34,33 ± 4,92%. Produksi gas metan mengalami penurunan signifikan (P<0,01), di mana perlakuan fortifikasi magnesium dan sulfur (P2) memiliki rataan produksi gas metan terendah yaitu 1,05 ± 0,33 mM dibandingkan dengan fortifikasi magnesium (P1) sebesar 1,55 ± 0,39 mM dan kontrol (P0) sebesar 3,22 ± 0,56 mM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fortifikasi magnesium dan sulfur dalam pakan dapat meningkatkan kecernaan serat kasar serta menurunkan produksi gas metan secara in vitro.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study aimed to assess the effect of magnesium and sulfur mineral fortification in feed on crude fiber digestibility and methane gas production in vitro. The feed used consisted of ammoniated rice straw and concentrate with 50:50 ratio. The research method used a completely randomized design (CRD) One Way Classification with three treatments, namely P0 (control), P1 (P0 + 0.11% magnesium based on dry matter), and P2 (P1 + 0.83% sulfur based on dry matter), with 6 replication. The data obtained were analyzed with Anova and Honestly Significant Difference (HSD) test. The measured variables were feed crude fiber digestibility and methane gas production. The results showed that magnesium and sulfur fortification significantly increased crude fiber digestibility (P<0.01), with the highest average in P2 at 59.31 ± 3.51% compared to P1 at 49.12 ± 2.95% and P0 at 34.33 ± 4.92%. Methane gas production decreased significantly (P<0.01), where P2 had the lowest average methane gas production of 1.05 ± 0.33 mM compared to P1 of 1.55 ± 0.39 mM and P0 of 3.22 ± 0.56 mM. The conclusion of this study is that magnesium and sulfur fortification in feed can increase crude fiber digestibility and reduce methane gas production in vitro
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save