Home
Login.
Artikelilmiahs
49107
Update
SEKAR AYU KINANTHI
NIM
Judul Artikel
PERENCANAAN STRATEGIS DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PEKUNDEN, KECAMATAN BANYUMAS, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Potensi ekonomi kreatif dapat dimaksimalkan melalui desa wisata. Namun, bertambahnya jumlah desa wisata belum diimbangi dengan strategi yang matang. Pembentukan desa wisata dapat diawali dengan mengidentifikasi potensi unik untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang sesuai dengan visi pembangunan desa. Maka dari itu, diperlukan perencanaan strategis yang matang agar dapat mengembangkan desa wisata menjadi lebih maju. Penelitian ini berfokus pada proses penyusunan perencanaan strategis di Desa Wisata Pekunden melalui konsep perencanaan strategis model J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (2001). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan sasaran penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Pekunden sebagai desa wisata rintisan telah menyusun perencanaan strategis mulai dari pengamatan lingkungan melalui SWOT, penetapan visi misi organisasi, penetapan tujuan organisasi, pengembangan strategi, dan penetapan kebijakan sesuai kesepakatan bersama yang dapat membantu dalam pengembangan desa wisata. Perencanaan yang disusun dapat dikatakan berhasil karena telah memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat walaupun dalam pelaksanaannya masih mengikuti alur. Implementasi dari semua aspek perencanaan ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan potensi desa sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The potential of the creative economy can be maximized through tourism villages. However, the increasing number of tourist villages has not been matched by a mature strategy. The establishment of a tourism village can begin with identifying unique potential to be developed into a tourist attraction in accordance with the vision of village development. Therefore, careful strategic planning is needed in order to develop tourist villages to become more advanced. This research focuses on the process of strategic planning in Pekunden Tourism Village through the concept of strategic planning model of J. David Hunger and Thomas L. Wheelen (2001). The method used in this research is a qualitative method with a case study approach with research targets determined through purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observation and documentation. The research shows that Pekunden Tourism Village as a pilot tourism village has developed strategic planning starting from observing the environment through SWOT, determining the organization's vision and mission, setting organizational goals, developing strategies, and determining policies according to mutual agreements that can help in the development of tourism villages. The planning that was prepared can be said to be successful because it has had a tremendous impact on the community even though the implementation is still following the flow. The implementation of all aspects of this plan will be the key to success in realizing the potential of the village as an attractive and sustainable tourist destination.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save