Home
Login.
Artikelilmiahs
49103
Update
YASMIN ZAKIYA HANAN
NIM
Judul Artikel
Formulasi dan Uji Aktivitas Gel Kombinasi Ekstrak Sambiloto (Andrographis Paniculata) dan Lidah Buaya (Aloe Vera) terhadap Panjang Luka Sayat dan Reepitalisasi Epidermis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Abstrak Sambiloto (Andrographis paniculata) dan lidah buaya (Aloe vera) mengandung flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memiliki efek terhadap penyembuhan luka sayat dengan meningkatkan reepitelisasi pada area luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gel kombinasi ekstrak sambiloto dan lidah buaya terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus berdasarkan panjang luka dan reepitalisasi epidermis. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental laboratorium. Penelitian dilakukan dengan formulasi sediaan gel kombinasi ekstrak etanol sambiloto dan lidah buaya yang dilanjutkan uji efektivitas pada enam kelompok perlakuan. Sediaan gel dibuat sebanyak empat formula meliputi formula gel kombinasi ekstrak sambiloto (5%, 10%, 15%) dan lidah buaya (15%) serta formula kontrol negatif berupa gel tanpa ekstrak sambiloto dan lidah buaya. Uji efektivitas dilakukan pada enam kelompok perlakuan meliputi kelompok perlakuan yang diberikan gel kombinasi ekstrak sambiloto dan lidah buaya, kelompok kontrol negatif yang diberikan gel tanpa ekstrak sambiloto dan lidah buaya, kelompok kontrol positif yang diberikan povidone iodine cair 10%, serta kelompok kontrol normal yang tidak diberi perlakuan luka sayat dan pemberian gel. Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan persentase penyembuhan luka sayat dan skor reepitalisasi epidermis. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskall-Wallis. Gel kombinasi ekstrak sambiloto 10% dan lidah buaya 10% memiliki persentase penyembuhan luka sayat (77,50%) dan skor reepitalisasi epidermis (1,95) yang paling tinggi dari semua kelompok variasi konsentrasi ekstrak sambiloto. Formula FII yang mengandung kombinasi ekstrak sambiloto 10% dan lidah buaya 10% memiliki aktivitas penyembuhan luka sayat yang paling baik berdasarkan panjang luka dan reepitalisasi epidermis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Andrographis paniculata and Aloe vera are medicinal plants containing secondary metabolites such as flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids, which aid wound healing by supporting cell proliferation and enhancing epidermal reepithelialization. This study aimed to evaluate the wound healing activity of a gel formulated with ethanol extracts of A. paniculata and A. vera on incision wounds in white rats using a laboratory experimental method. A gel combining ethanol extracts of A. paniculata and A. vera was tested in six treatment groups. Four gel formulas were prepared: three with A. paniculata extract (5%, 10%, 15%) and A. vera extract (15%), and one negative control without extracts. The six groups included the three extract combinations, a negative control (gel without extracts), a positive control (povidone iodine 10%), and a normal control (no incised wounds). Observations assessed wound healing percentage and epidermal reepithelialization scores. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The gel with 10% A. paniculata and 10% A. vera showed the highest wound healing percentage (77.50%) and reepithelialization score (1.95). Formula FII, containing 10% ethanol extract of A. paniculata and A. vera, demonstrated the most effective wound healing based on wound length reduction and reepithelialization.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save