Home
Login.
Artikelilmiahs
49078
Update
MELISSA DESVANIA PURNOMO
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN ANALISIS KEKERABATAN GENOTIPE UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) HASIL PERSILANGAN TERKONTROL ANTAR TIGA TETUA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi jalar adalah alternatif karbohidrat selain nasi yang diminati masyarakat karena rasanya yang manis. Kandungan antosianin tertinggi terdapat pada ubi jalar ungu, namun rasanya yang kurang manis menyebabkan ubi jalar ungu kurang diminati konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klon ubi jalar yang memliki kandungan antosianin tinggi dilihat dari warna ungu pada umbi dan rasanya manis. Upaya yang dilakukan adalah dengan mmelakukan perislangan terkontrol antar tiga varietas tetua yaitu Ubi Cilembu, Ubi Ayamurasaki, dan Ubi Lokal Banyumas. Hasil keturunan F1 dikarakterisasi secara kualitatif menggunakan panduan UPOV ubi jalar (2010). Data hasil karakterisasi morfologi berupa angka yang menunjukan karakter masing-masing parameter morfologi berdasarkan panduan UPOV (2010) diinput ke software MVSP untuk dianalisis dan menjadi pohon filogenetik. Variabel pengamatan terdiri dari pewarnaan pada bagian batang, pewarnaan dan bentuk daun, serta warna dan bentuk umbi/akar. Hasil penelitian menunjukan 7 aksesi yang paling memenuhi kriteria yang diinginkan oleh peneliti, yaitu genotipe 41, 45, 55, 63, 70, 72, dan 76. Umbi ketujuh genotipe tersebut memiliki warna ungu sebagai salah satu tanda yang mudah dikenali untuk mengetahui tingginya kadar antosianin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sweet potato is an alternative carbohydrate besides rice that is popular with the public because of its sweet taste. The highest anthocyanin content is found in purple sweet potato, but its less sweet taste makes purple sweet potato less popular with consumers. This study aims to obtain sweet potato clones that have high anthocyanin content as seen from the purple color of the tubers and its sweet taste. The efforts made were to conduct controlled crosses between three parent varieties, namely Cilembu Sweet Potato, Ayamurasaki Sweet Potato, and Banyumas Local Sweet Potato. The F1 genotypes were characterized qualitatively using the UPOV sweet potato guide (2010). Morphological characterization data in the form of numbers indicating the character of each morphological parameter based on the UPOV guide (2010) were inputted into the MVSP software for analysis and became a phylogenetic tree. Observation variables consisted of stem coloring, leaf coloring and shape, and tuber/root color and shape. The results of the study showed that 7 accessions best met the criteria desired by the researcher, namely genotypes 41, 45, 55, 63, 70, 72, and 76. The tubers of the seven genotypes had a purple color as one of the easily recognizable signs to determine the high levels of anthocyanin.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save