Home
Login.
Artikelilmiahs
49071
Update
MUHAMMAD HISYAM NAZHIF
NIM
Judul Artikel
Hubungan jumlah ternak pendidikan peternak dan lama beternak dengan penerapan protokol kesehatan oleh peternak anggota KSU karya nughara di Kabupaten Kuningan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Jumlah ternak, pendidikan peternak, dan lama beternak dengan penerapan protokol kesehatan di usaha ternak Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Penelitian dilakukan secara survey, data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Sasaran penelitian ini adalah pengurus koperasi, peternak sapi perah yang menjadi anggota aktif Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya. Pengambilan responden dalam penelitian dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling, dan sampel dari setiap kelompok diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling. Jumlah responden ditentukan dengan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 10% dan diperoleh jumlah responden yang diperlukan sebanyak 90 orang dari total 900 anggota koperasi. Analisis data menggunakan Analisis deskriptif dan Analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peternak sapi perah yang menjadi anggota di KSU Nugraha Jaya berada diumur 31-45 tahun dengan jumlah 29 orang (32,2%). Mayoritas jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak berada pada kategori sedikit (1-5 ST) yaitu sebanyak 43 peternak (47,7%), dengan rata-rata kepemilikan 6,40 ST. Tingkat pendidikan peternak sapi perah pada kategori 1-6 tahun sebanyak 45 peternak (50%). Lama beternak pada peternakan sapi perah adalah pada kategori 11-25 tahun sebanyak 44 peternak (48,8%), dengan rata-rata 18,63 tahun. Mayoritas peternak mendapatkan skor dalam penerapan protokol kesehatan di kategori cukup sebanyak 72 orang (80%) dengan rata-rata skor 75,27. Lama beternak tidak berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan di usaha ternak sapi perah Kabupaten Kuningan. Sedangkan, pendidikan peternak dan jumlah ternak berhubungan dengan penerapan protokol kesehatan di usaha ternak sapi perah Kabupaten Kuningan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the relationship between the number of livestock, education of farmers, and length of time breeding with the application of health protocols in livestock businesses in Kuningan Regency, West Java. The research was conducted by survey, data were obtained through interviews and observations. The targets of this study were cooperative administrators, dairy farmers who were active members of the Karya Nugraha Jaya Multipurpose Cooperative (KSU). Respondents in the study were taken using stratified random sampling technique, and samples from each group were taken randomly using simple random sampling method. The number of respondents was determined using the Slovin formula with a margin of error of 10% and obtained the required number of respondents as many as 90 people from a total of 900 cooperative members. Data analysis used descriptive analysis and Spearman Rank Correlation Analysis. The results showed that the majority of dairy farmers who are members of KSU Nugraha Jaya are 31-45 years old with 29 people (32.2%). The majority of the number of livestock owned by farmers is in the small category (1-5 ST) as many as 43 farmers (47.7%), with an average ownership of 6.40 ST. The education level of dairy farmers in the 1-6 year category was 45 farmers (50%). The length of farming on dairy farms was in the 11-25 years category as many as 44 farmers (48.8%), with an average of 18.63 years. The majority of farmers scored the application of health protocols in the sufficient category as many as 72 people (80%) with an average score of 75.27. Length of farming is not associated with the application of health protocols in dairy cattle businesses in Kuningan Regency. Whereas, farmer education and number of livestock were associated with the application of health protocols in dairy cattle businesses in Kuningan Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save