Home
Login.
Artikelilmiahs
49032
Update
RINDA NAFISAH ADILLAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERBEDAAN EKSPEKTASI PASIEN DIABETES MELLITUS TERHADAP WILLINGNESS TO USE TELEFARMASI DAN HOME PHARMACY CARE DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan dan monitoring dari apoteker. Telefarmasi dan home pharmacy care dapat menjadi alternatif layanan kefarmasian yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan kepatuhan pasien. Namun, keberhasilan layanan ini bergantung pada ekspektasi dan keinginan pasien untuk menggunakannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan ekspektasi pasien DM terhadap telefarmasi dan home pharmacy care, serta perbedaan ekspektasi berdasarkan kesediaan pasien dalam menggunakan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 104 pasien DM yang memenuhi kriteria inklusi dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pasien di puskesmas Kabupaten Banyuma dan dianalisis menggunakan uji independent t-test. Seluruh responden (100%) memiliki tingkat ekspektasi tinggi terhadap telefarmasi dan home pharmacy care. Sebanyak 62 responden bersedia menggunakan telefarmasi, sedangkan 50 responden bersedia menggunakan home pharmacy care. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara ekspektasi pasien DM terhadap kedua layanan tersebut, maupun pada ekspektasi pasien terkait willingness to use telefarmasi serta pada home pharmacy care (p-value > 0,05).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Diabetes mellitus is a chronic disease that requires continuous management and monitoring by pharmacists. Telepharmacy and home pharmacy care can serve as alternative pharmaceutical services that may improve patient accessibility and medication adherence. However, the success of these services depends on patients’ expectations and willingness to use them. This study aimed to analyze the differences in diabetic patients’ expectations regarding telepharmacy and home pharmacy care, as well as the differences in expectations based on patients’ willingness to use these services. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. A total of 104 diabetic patients who met the inclusion criteria were selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires distributed to patients at community health centers (puskesmas) in Banyumas Regency and analyzed using an independent t-test. All respondents (100%) had high expectations toward both telepharmacy and home pharmacy care. A total of 62 respondents were willing to use telepharmacy, while 50 respondents were willing to use home pharmacy care. There were no significant differences in diabetic patients’ expectations regarding both services, nor in expectations based on willingness to use either telepharmacy or home pharmacy care (p-value > 0.05).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save