Home
Login.
Artikelilmiahs
49002
Update
IBRAHIM FRIZI AL AQSA
NIM
Judul Artikel
TINGKAH LAKU MAKAN DAN RUMINASI KAMBING JANTAN YANG MENDAPAT PAKAN BASAL BERKROMIUM YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) terhadap tingkah laku makan dan aktivitas ruminasi kambing jantan yang diberi pakan basal mengandung kromium organik. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu: R0 (pakan basal + 1,5 ppm kromium organik) dan R1 (R0 + 2% tepung rumput laut). Parameter yang diamati meliputi lama waktu makan konsentrat dan hijauan, serta aktivitas ruminasi dalam posisi berdiri dan duduk pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung rumput laut secara signifikan mempercepat waktu makan konsentrat pada pagi hari (R1 = 27,00 ± 1,87 menit vs R0 = 87,55 ± 4,85 menit; P<0,05). Sebaliknya, waktu makan konsentrat sore hari pada R1 lebih lama dibanding R0. Tidak terdapat perbedaan nyata pada konsumsi hijauan pagi dan sore hari. Untuk aktivitas ruminasi, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada ruminasi konsentrat baik berdiri maupun duduk. Namun, terdapat perbedaan nyata pada ruminasi hijauan sore hari saat berdiri (R1 = 1165,67 ± 135,07 kali vs R0 = 1814,22 ± 120,27 kali; P<0,05) dan duduk pagi hari (R1 = 393,33 ± 36,79 kali vs R0 = 73,66 ± 6,61 kali; P<0,05), yang menunjukkan peningkatan efisiensi fermentasi serat akibat suplementasi rumput laut. Kesimpulannya, suplementasi Gracilaria sp. dalam pakan kambing jantan dapat meningkatkan efisiensi konsumsi pakan konsentrat dan mempercepat proses ruminasi hijauan. Temuan ini mengindikasikan potensi positif penggunaan rumput laut sebagai aditif pakan alami berbasis sumber daya laut yang ramah lingkungan dan efisien. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan 2% tepung rumput laut dalam ransum ruminansia untuk meningkatkan performa konsumsi dan efisiensi pencernaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aimed to evaluate the effect of seaweed meal (Gracilaria sp.) supplementation on feeding behavior and rumination activity in male goats fed a chromium-enriched basal diet. The experiment consisted of two treatments: R0 (basal diet + 1.5 ppm organic chromium) and R1 (R0 + 2% seaweed meal). Parameters observed included the duration of concentrate and forage feeding, as well as rumination activity in both standing and sitting positions during the morning and afternoon. The results indicated that seaweed meal supplementation significantly reduced morning concentrate feeding time (R1 = 27.00 ± 1.87 minutes vs. R0 = 87.55 ± 4.85 minutes; P<0.05). However, evening concentrate feeding time was longer in R1 than in R0. No significant differences were found in forage consumption during both morning and afternoon. Rumination of concentrates, whether standing or sitting, was not significantly affected. In contrast, significant differences were found in afternoon forage rumination while standing (R1 = 1165.67 ± 135.07 vs. R0 = 1814.22 ± 120.27 times; P<0.05) and morning forage rumination while sitting (R1 = 393.33 ± 36.79 vs. R0 = 73.66 ± 6.61 times; P<0.05), indicating improved fiber digestibility due to seaweed inclusion. In conclusion, supplementing goat diets with Gracilaria sp. enhanced concentrate feeding efficiency and accelerated rumination of forages. These findings suggest that seaweed meal is a promising natural feed additive derived from marine resources, capable of improving digestion and reducing energy loss through enhanced microbial fermentation. The study recommends the use of 2% seaweed meal in ruminant feed formulations to optimize feed intake and digestive efficiency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save