Home
Login.
Artikelilmiahs
48856
Update
ANANDA PUTRI YULIANI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN AKTIVITAS PENGABAIAN KESEHATAN GIGI DENGAN KEBUTUHAN PERAWATAN GIGI PADA ANAK USIA 12 TAHUN (Kajian pada Orang Tua dan Siswa SD di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran I)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Usia 12 tahun menjadi indikator global dalam memantau kesehatan gigi dan mulut karena sebagian besar gigi permanen telah tumbuh. Kasus karies pada usia 12 tahun masih sering ditemukan sehingga dapat mencerminkan tingginya kebutuhan perawatan gigi yang berkaitan dengan aktivitas pengabaian kesehatan gigi. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas pengabaian kesehatan gigi dengan kebutuhan perawatan gigi pada anak usia 12 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kembaran I. Metode. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kembaran I dengan populasi 278 anak dan jumlah sampel 83 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling untuk pemilihan desa dan responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden orang tua dan anak, dental neglect scale, dan required treatment index. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas pengabaian kesehatan gigi dengan kebutuhan perawatan gigi dengan nilai p-value 0,001 dan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,401 dengan interpretasi keeratan hubungan antara dua variabel adalah cukup kuat. Simpulan. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aktivitas pengabaian kesehatan gigi dengan kebutuhan perawatan gigi pada anak usia 12 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kembaran I.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. The age of 12 years is a global indicator in monitoring oral health because most permanent teeth have erupted. Caries cases at the age of 12 years are still often found so that it can reflect the high need for dental care related to dental neglect activites. Purpose. The purpose of this study was to determine the relationshop between dental neglect activities and dental care needs in children aged 12 years in the Kembaran I Puskesmas working area. Methods. This type of research is quantitative observational analytic research with a cross sectional study approach. The research location is in the working area of Puskesmas Kembaran I with a population of 278 children and a sample size of 83 respondents. The sampling technique was purposive sampling for village and respondent selection. The research instument was a questionnaire of the characteristics of parent and child respondent, dental neglect scale, dan required treatment index. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Result. The result showed that there was a relationship between dental neglect activites and the dental care needs with a p-value of 0,001 and a coefficient contingency value of 0,401 with the interpretation of the relationship between the two variables is quite strong. Conclusions. The conclusion of this study is that there is a relationship between dental neglect activites and dental care needs in 12-year-old children in the Kembaran I Puskesmas working area.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save