Home
Login.
Artikelilmiahs
48814
Update
ZULFAN MAULANA HERMAWAN
NIM
Judul Artikel
Analisis Bahaya Gempabumi Berdasarkan Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) Menggunakan Metode PSHA dan DSHA dengan Software Openquake di Kabupaten Sumedang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gempabumi Sumedang di penghujung 2023 merupakan gempabumi dangkal yang berasal dari pergerakan Sesar Sumedang. Peristiwa tersebut menyebabkan banyak kerusakan, terutama di tiga wilayah terdekat dengan sesar, yaitu wilayah Kecamatan Cimalaka, Sumedang Utara, dan Sumedang Selatan. Dalam konstruksi bangunan tahan gempabumi perlu diketahui besarnya nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebagai acuan dalam pembangunan serta mengetahui tingkat bahaya gempabumi di wilayah tersebut. PGA merupakan parameter yang menggambarkan intensitas gerakan tanah lokal yang secara langsung mempengaruhi gaya yang dirasakan oleh struktur di permukaan. Dalam penelitian ini, nilai PGA diperoleh berdasarkan perhitungan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dan Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) serta tingkat bahaya gempabumi diperhitungkan berdasarkan persamaan Caprio. Sebagai dasar untuk konstruksi bangunan tahan gempabumi, digunakan Probability of Exceedance (PE) pada metode PSHA sebesar 2% dalam 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada batuan dasar dan permukaan nilai PGA PSHA lebih besar dibandingkan PGA DSHA. Adapun nilai PGA PSHA batuan dasar serta permukaan berturut-turut sebesar 0,40 – 0,60 g dan 0,40 – 0,70 g, sedangkan PGA DSHA dalam rentang 0,05 – 0,40 g dan 0,05 – 0,50 g. Selain itu, Kabupaten Sumedang memiliki tingkat bahaya gempabumi sebesar V – IX MMI dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Sumedang earthquake at the end of 2023 was a shallow earthquake generated by the Sumedang fault. The event caused a lot of damage, especially in the three areas closest to the fault, namely Cimalaka, North Sumedang, and South Sumedang Districts. In the construction of earthquake-resistant buildings, it is necessary to know the value of Peak Ground Acceleration (PGA) as a reference in construction and determine the level of earthquake hazard in the area. Peak Ground Acceleration (PGA) is a parameter that describes the intensity of local ground motion that directly affects the forces felt by structures on the surface. In this study, PGA values were obtained based on the calculation of the Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) and Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA) methods and the level of earthquake hazard was calculated based on the Caprio equation. As a basis for earthquake-resistant building construction, the Probability of Exceedance (PE) in the PSHA method of 2% in 50 years is used. The results showed that in bedrock and surface, the PGA PSHA value is greater than the PGA DSHA. The PGA PSHA values of bedrock and surface are 0.40 – 0.60 g and 0.40 - 0.70 g. For PGA DSHA in the range of 0.05 - 0.40 g and 0.05 – 0.50 g. In addition, Sumedang Regency has an earthquake hazard level of V - IX MMI with light to heavy damage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save