Home
Login.
Artikelilmiahs
48808
Update
DINDA SALSA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Analisis Pengaruh Variasi Field Of View (FOV) Terhadap Kualitas Citra MRI Brain Potongan Axial di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan salah satu teknik pencitraan non-invasif yang banyak digunakan dalam visualisasi anatomi otak dan deteksi kelainan patologis. Dalam pencitraan MRI, Field of View (FOV) menjadi salah satu parameter penting yang memengaruhi cakupan area, resolusi spasial, dan tingkat noise citra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi FOV terhadap kualitas citra MRI brain potongan axial dan menentukan nilai FOV optimal yang menghasilkan kualitas citra terbaik. Penelitian menggunakan data primer berupa citra MRI spherical phantom dan brain probandus dengan variasi FOV 21–30 cm, serta data sekunder berupa citra MRI kepala dengan kasus tumor otak dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Analisis subjektif dilakukan dengan pengamatan visual terhadap kontras anatomi, detail struktur, serta pemisahan area hiperintens dan hipointens. Hasil menunjukan bahwa FOV berukuran 24 cm memberikan kualitas terbaik pada citra MRI brain probandus, dengan visualisasi anatomi otak yang paling jelas dan kontras optimal. Pada analisis kuantitatif menggunakan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR) dengan software IndoQCT, hasil menunjukkan bahwa FOV berukuran 27 cm memberikan nilai SNR (65,79) dan CNR (89,53) tertinggi pada citra phantom, sedangkan FOV berukuran 24 cm menghasilkan nilai SNR (7,98) dan CNR (10,93) optimal pada citra brain probandus. Perbandingan dengan data sekunder menunjukkan bahwa FOV berukuran 24 cm memberikan kualitas citra lebih baik dibandingkan FOV berukuran 23 cm yang digunakan dalam protokol standar klinis. Oleh karena itu, FOV berukuran 24 cm direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk pemeriksaan MRI brain baik pada kondisi normal maupun patologis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Magnetic Resonance Imaging (MRI) is a widely used non-invasive imaging technique for visualizing brain anatomy and detecting pathological abnormalities. In MRI imaging, Field of View (FOV) is a crucial parameter that influences the coverage area, spatial resolution, and noise level of the image. This study aimed to analyze the effect of FOV variations on the quality of axial brain MRI images and determine the optimal FOV that produces the best image quality. The research utilized primary data consisting of MRI images of a spherical phantom and brain probandus with FOV variations from 21 to 30 cm, as well as secondary data consisting of MRI brain images of a tumor case from RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Subjective analysis was performed through visual observations of anatomical contrast, structural details, and the separation of hyperintense and hypointense areas. The results showed that an FOV of 24 cm provided the best quality for brain MRI probandus images, with the clearest visualization of brain anatomy and optimal contrast. Quantitative analysis using Signal-to-Noise Ratio (SNR) and Contrast-to-Noise Ratio (CNR) with the IndoQCT software showed that an FOV of 27 cm provided the highest SNR (65.79) and CNR (89.53) for phantom images, while an FOV of 24 cm produced optimal SNR (7.98) and CNR (10.93) for brain probandus images. A comparison with secondary data revealed that an FOV of 24 cm offered better image quality than the 23 cm FOV used in the standard clinical protocol. Therefore, an FOV of 24 cm is recommended as the optimal parameter for brain MRI examinations in both normal and pathological conditions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save