Home
Login.
Artikelilmiahs
48771
Update
QONITA RAHMA ADIRA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIUM GRADIEN PUTIH TELUR DAN LAMA INKUBASI TERHADAP MOTILITAS DAN ABNORMALITAS SPERMATOZOA Y HASIL SEPARASI SEKS PADA DOMBA SAKUB
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas dan abnormalitas spermatozoa Y hasil separasi seks pada domba Sakub. Metodologi. Materi penelitian yaitu 1 ekor pejantan domba Sakub umur 2 tahun dengan bobot badan sekitar 45-50 kg. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 yang terdiri dari faktor gradien (g1=15:30% dan g2=20:35%) dan lama inkubasi (t1=30, t2=45, dan t3=60 menit) dengan ulangan 3 kali frekuensi penyadapan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara faktor gradien dan lama inkubasi terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa Y (P>0,05). Gradien berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan abnormalitas. Lama inkubasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai motilitas spermatozoa Y pada g1, g2, t1, t2, dan t3 adalah 70±8,64%, 62,56±14,34%, 70,67±6%, 66,67±14%, dan 61,5±13,5%. Nilai abnormalitas pada g1, g2, t1, t2, dan t3 adalah 12,22±1,43%, 10,83±2,48%, 10,67±3%, 11,75±1,25%, dan 12,17±2%. Simpulan. Kesimpulannya yaitu motilitas spermatozoa Y tertinggi diperoleh dengan pemisahan masing-masing menggunakan g1 dan t1, sedangkan abnormalitas terendah menggunakan g2 dan t1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. This study aims to determine the motility and abnormality of spermatozoa Y resulting from sex separation in Sakub sheep. Methodology. The research material was 1 male Sakub sheep aged 2 years with a body weight of about 45-50 kg. The study used a 2x3 factorial pattern Randomized Group Design (RAK) consisting of gradient factors (g1 = 15:30% and g2 = 20:35%) and incubation time (t1 = 30, t2 = 45, and t3 = 60 minutes) with a repeat of 3 times the frequency of tapping. The data obtained were analyzed using ANOVA, then continued with the BNJ test. Results. The results showed no interaction between the gradient factor and the length of incubation on motility and abnormality of Y spermatozoa (P>0.05). Gradient has a very real effect (P<0.01) on motility and abnormality. The length of incubation had a very significant effect (P<0.01) on motility and a significant effect (P<0.05) on abnormality. The results showed the motility value of Y spermatozoa in g1, g2, t1, t2, and t3 were 70±8.64%, 62.56±14.34%, 70.67±6%, 66.67±14%, and 61.5±13.5%. Abnormality values in g1, g2, t1, t2, and t3 were 12.22±1.43%, 10.83±2.48%, 10.67±3%, 11.75±1.25%, and 12.17±2%. Conclusion. In conclusion, the highest motility of Y spermatozoa was obtained by separation using g1 and t1, respectively, while the lowest abnormality using g2 and t1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save