Home
Login.
Artikelilmiahs
48768
Update
CITRA WINI ASIH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KEKERASAN DALAM NOVEL TIBA SEBELUM BERANGKAT KARYA FAISAL ODDANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan dalam novel Tiba Sebelum Berangkat karya Faisal Oddang berdasarkan teori Johan Galtung. Meskipun teori Galtung mencakup tiga bentuk kekerasan yaitu kekerasan langsung, struktural, dan kultural, penelitian ini lebih mengkaji pada kekerasan yang dialami tokoh utama, Mapata, seorang mantan bissu. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk menghubungkan narasi fiksi dengan realitas sosial masyarakat Bugis, terutama dalam konteks konflik antara tradisi lokal dan ideologi agama mayoritas. Kekerasan fisik seperti pemotongan lidah, penyiksaan, dan pemukulan menjadi simbol dominasi kelompok mayoritas atas minoritas. Selain itu, kekerasan verbal melalui pelecehan identitas seksual memperkuat stigma dan diskriminasi terhadap kelompok non-konformis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan langsung berperan lebih dominan terhadap korban, serta menghancurkan martabat dan identitasnya sebagai individu. Narasi budaya dan agama digunakan sebagai legitimasi moral untuk melegitimasi kekerasan tersebut. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika kekerasan dalam masyarakat serta pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the representation of violence in the novel Tiba Sebelum Berangkat by Faisal Oddang based on Johan Galtung's theory. Although Galtung’s theory encompasses three forms of violence that are direct, structural, and cultural. This research focuses predominantly on direct violence experienced by the main character, Mapata, a former bissu. A sociological approach to literature is used to connect fictional narratives with the social reality of Bugis society, especially regarding the conflict between local tradition and dominant religious ideology. Physical violence such as tongue-cutting, torture, and beatings becomes a symbol of the domination of the majority over the minority. In addition, verbal violence through sexual identity harassment reinforces stigma and discrimination against non-conformist groups. The results of the study show that direct violence plays a more dominant role in affecting the victim, destroying their dignity and identity as an individual. Cultural and religious narratives are used as moral legitimization to justify such violence. This research contributes to understanding the dynamics of violence in society and emphasizes the importance of tolerance and respect for diversity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save