Home
Login.
Artikelilmiahs
48670
Update
MUHAMMAD HAFIZH HABIBULLAH
NIM
Judul Artikel
DEKONSTRUKSI PERAN GENDER TRADISIONAL JEPANG PADA AKADEMI CHIHATAN DALAM ANIME GIRLS UND PANZER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini meneliti tentang dekonstruksi peran gender tradisional Jepang yang ada dalam Akademi Chihatan di anime Girls und Panzer yang diteliti menggunakan teori dekonstruksi dari Jacques Derrida. Akademi Chihatan merepresentasikan nilai tradisional Jepang yang meski pada terlihat sama seperti konstruksi peran gender tradisional. Namun, penelitian ini menemukan bahwa anime Girls und Panzer secara halus mencoba mendekonstruksi ekspektasi gender dalam peran gender tradisional Jepang melalui analisis oposisi biner seperti feminin – maskulin. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik observasi dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana perilaku dan strategi perang Akademi Chihatan mengupayakan menggeser peran gender tradisional Jepang. Untuk menemukan oposisi biner, penelitian ini menggunakan Japanese Gender Role Index oleh Sugihara dan Katsurada. Hasil dari temuan mengidentifikasi bahwa karakter-karakter dalam Akademi Chihatan meredefinisikan konsep keberanian, kepemimpinan, dan identitas gender. Karakter dalam Akademi Chihatan mendekonstruksi peran gender tradisional dengan banyak munculnya sifat maskulin dibanding sifat feminin. Dalam Akademi Chihatan, Perempuan digambarkan sebagai seseorang yang memiliki sifat pemimpin yang terhormat, pemberani, dan bertindak sesuai kemauan diri sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This paper study about the deconstruction of traditional Japanese gender roles within Chihatan Academy in the Girls und Panzer, using Jacques Derrida’s deconstruction theory as the analytical framework. Chihatan Academy represents traditional Japanese values, which outwardly appear aligned with conventional gender role constructs. However, this research finds that Girls und Panzer subtly attempts to deconstruct gender expectations within traditional Japanese gender roles by analyzing binary oppositions such as femininity and masculinity. This paper uses documentation observation methods and techniques, to identify how Chihatan Academy’s behavior and warfare strategies seek to shift traditional Japanese gender roles. To uncover binary oppositions, this paper applies the Japanese Gender Role Index by Sugihara and Katsurada. The findings reveal that the characters within Chihatan Academy redefine concepts of courage, leadership, and gender identity. The academy’s characters deconstruct traditional gender roles, exhibiting more masculine traits than feminine ones. Within Chihatan Academy, women are depicted as honorable leaders, courageous individuals, and as person who act according to their own will.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save