Home
Login.
Artikelilmiahs
48580
Update
MUH KAVIN ALFARUQI
NIM
Judul Artikel
Analisis Dampak Pembatalan Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 di Indonesia Terhadap Citra Indonesia Secara Internasional
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penolakan Indonesia atas timnas Israel yang berakhir pada pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 merupakan wujud dari kepentingan nasional yang spesifik mengacu pembelaan pada konflik timur tengah (Laraspati, 2023). lsu Palestina, tentu menjadi keprihatinan terutama bagi Indonesia, karena yang dialami bangsa Palestina pada dasarnya adalah masalah penjajahan yang sudah seharusnya dihapus di seluruh dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih komperhensif mengenai dampak pembatalan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia terhadap citra Indonesia secara internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni penelitian dengan pendekatan pendekatan studi kasus (case study). Metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif oleh Huberman (2014) melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pembatalan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia memberi dampak signifikan terhadap citra Indonesia di kancah internasional. Keputusan FIFA mencabut status tuan rumah Indonesia akibat polemik politik domestik, khususnya terkait penolakan terhadap partisipasi tim nasional Israel, menimbulkan persepsi bahwa Indonesia kurang mampu memisahkan urusan olahraga dari kepentingan politik. Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas internasional mengenai komitmen Indonesia pada prinsip sportivitas dan netralitas dalam penyelenggaraan ajang olahraga global. Konsekuensinya tidak hanya dalam hilangnya kesempatan sebagai tuan rumah, tetapi juga potensi pengurangan kepercayaan untuk perhelatan lainnya, yang terkait langsung dengan FIFA.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia's rejection of the Israeli national team which ended in Indonesia's cancellation as host of the U-20 World Cup is a manifestation of specific national interests referring to the defense of the Middle East conflict (Laraspati, 2023). The issue of Palestine is certainly a concern, especially for Indonesia, because what the Palestinian people are experiencing is basically a problem of colonization that should have been eliminated throughout the world as mandated in the Preamble to the Law. This study aims to find out more comprehensively about the impact of the cancellation of the 2023 U-20 World Cup in Indonesia on Indonesia's image internationally. This study uses a qualitative research method, namely research with a case study approach. The data analysis method uses the interactive analysis method by Huberman (2014) through four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the cancellation of the 2023 U-20 World Cup in Indonesia has a significant impact on Indonesia's image on the international stage. FIFA's decision to revoke Indonesia's host status due to domestic political polemics, especially regarding the rejection of the Israeli national team's participation, has given rise to the perception that Indonesia is less able to separate sports matters from political interests. This has raised concerns among the international community regarding Indonesia's commitment to the principles of sportsmanship and neutrality in organizing global sporting events. The consequences are not only the loss of the opportunity to host, but also the potential for reduced trust for other events, which are directly related to FIFA.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save