Home
Login.
Artikelilmiahs
48470
Update
JASTTIN
NIM
Judul Artikel
Kondisi Biofisik dan Kelayakan Usaha Silvofishery di Segara Anakan, Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Silvofishery merupakan bentuk pemanfaatan kawasan mangrove menjadi budidaya perikanan ramah lingkungan yang dapat mewujudkan efisiensi pemanfaatan lahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pembudidaya pesisir Segara Anakan menerapkan budidaya silvofishery sebagai penghasilan tambahan. Seiring perkembangan memungkinkan adanya perubahan dalam kondisi lingkungan maupun ekonomi petani tambak silvofishery di Segara Anakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi biofisik berupa kualitas air dan kerapatan mangrove, serta kondisi kelayakan usaha silvofishery di Segara Anakan, Cilacap. Pengumpulan data kondisi biofisik dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran langsung (insitu), sedangkan data kelayakan usaha dilakukan dengan wawancara. Berdasarkan kondisi biofisik, jenis mangrove yang didapat meliputi Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Nilai kerapatan mangrove pada tingkat pohon berkisar 600-1.400 ind/ha dengan kriteria jarang hingga sangat padat. Parameter kualitas air yang didapat meliputi nilai kecerahan berkisar 30-60 cm, suhu berkisar 30–32 ºC, salinitas berkisar 15–20 ppt, dan pH berkisar 6,28–6,82. Kondisi kelayakan usaha menunjukkan bahwa usaha silvofishery di Segara Anakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan berdasarkan R/C Ratio yang didapatkan berkisar 1,59-3,21 > 1 (layak), nilai NPV bernilai positif (NPV>0) berkisar 3.446.600–25.867.600 (layak), nilai IRR berkisar 8,33-16,44% > 6 % (layak), dan nilai PP yang diperoleh berkisar 0,67-2,81 tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Silvofishery is a utilization of mangrove areas into environmentally friendly aquaculture that can realize land use efficiency and increase community income. Segara Anakan coastal pond farmers apply silvofishery cultivation as an additional income. As development allows changes in the environmental and economic conditions of Silvofishery pond farmers in Segara Anakan. The purpose of this study was to determine the biophysical conditions in the form of water quality and mangrove density, as the feasibility of silvofishery business in Segara Anakan, Cilacap. Data collection on biophysical conditions was collected by direct observation and measurement (insitu), while data on business feasibility was collected by interview. Based on biophysical conditions, mangrove species included Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, and Bruguiera gymnorrhiza. Mangrove density values at the tree level ranged from 600-1.400 ind/ha with rarely to very dense criteria. Water quality parameters obtained include brightness values of 30-60 cm, temperature of 30-32 ºC, salinity of 15-20 ppt, and pH of 6,28-6,82. Business feasibility conditions show that the silvofishery business in Segara Anakan is feasible to run and develop based on the R / C Ratio value is 1,59-3,21 > 1 (feasible), the NPV value is positive (NPV> 0), namely Rp3.446.600-25.867.600 (feasible), the IRR value is 8,33-16,44% > 6% (feasible), and the PP value is 0,67–2,81 years.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save