Home
Login.
Artikelilmiahs
48454
Update
TATIRANA EGITA RAHMAWATI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Aplikasi Insektisida Pada Budidaya Mina Padi Terhadap Biodiversitas Hama dan Musuh Alaminya di Desa Bentarsari Kecamatan Salem Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lahan adalah komponen esensial dalam sektor pertanian, namunn dengan fokus pembangunan ekonomi yang bergeser ke sektor non-pertanian membuat lahan pertanian semakin menyusut. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menangani masalah tersebut adalah intensifikasi pertanian, seperti dengan mengimplementasikan budidaya mina padi. Dalam ekosistem mina padi, pengendalian hama tanaman padi dilakukan dengan metode ramah lingkungan termasuk penggunaan insektisida nabati yang dapat melindungi padi dari hama serta tidak mencemari lingkungan perairan. Penggunaan insektisida harus dilakukan secara tepat agar tidak berdampak negatif terhadap ikan yang dibudidayakan dan musuh alami yang berguna bagi tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budidaya padi secara konvensional dan mina padi serta aplikasi insektisida terhadap serangan hama padi, musuh alami padi, hasil panen padi, dan persentase serta hasil panen ikan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni hingga Desember 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan di antaranya budidaya padi sawah konvensional (P1), mina padi tanpa insektisida (P2), mina padi dengan aplikasi insektisida sintetis (P3), dan mina padi dengan aplikasi insektisida nabati (P4). Varietas padi yang digunakan adalah IR-64 dan jenis ikan yang digunakan adalah ikan mas (Cyprinus carpio).Variabel yang diamati adalah intensitas serangan hama padi, jenis dan populasi musuh alami padi, persentase kematian dan hasil panen ikan, serta hasil panen padi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberagaman hama dengan intensitas serangan ringan hingga sedang, didominasi Spodoptera sp., Oxya sp., dan Pomacea canaliculata, serta Atherigona sp. yang tertangkap dalam jumlah tinggi pada perangkap kuning. Jenis dan jumlah musuh alami yang paling banyak ditemukan terdapat pada perlakuan budidaya sawah konvensional (P1) dengan total 19 spesies. Sementara keanekaragaman morfospesies sedang-rendah, dominansi sedang-tinggi, kemerataan rendah-sedang-tinggi, dan kesamaan rendah-sedang-tinggi-sangat tinggi. Perlakuan mina padi meningkatkan hasil panen ikan dengan tingkat kelangsungan hidup tinggi dan kenaikan bobot 124–150% dari bobot awal, hasil panen tertinggi dicapai pada perlakuan mina padi tanpa insektisida. Perlakuan mina padi dengan insektisida nabati meningkatkan hasil panen sebesar 14%, dengan bobot basah 64,81 kg dan bobot kering 55,93 kg, tertinggi di antara semua perlakuan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Land is an essential component in the agricultural sector, but with the focus of economic development shifting to the non-agricultural sector, agricultural land is shrinking. One solution that can be applied to deal with the problem is agricultural intensification, such as by implementing rice mina cultivation. In the rice mina ec osystem, pest control of rice plants is carried out with environmentally friendly methods including the use of vegetable insecticides that can protect rice from pests and do not pollute the aquatic environment. The use of insecticides must be done properly so as not to have a negative impact on cultured fish and natural enemies that are useful for rice plants. This study aims to determine the influence of conventional rice cultivation and rice-fish farming and the application of insecticides to rice pest attacks, natural enemies of rice, rice yields, and the percentage and yield of fish. This research was conducted in paddy fields of Bentarsari Village, Salem District, Brebes Regency and Plant Protection Laboratory of Jenderal Soedirman University from June to December 2024. The design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments including conventional paddy rice cultivation (P1), rice mina without insecticide (P2), rice mina with synthetic insecticide application (P3), and rice mina with vegetable insecticide application (P4). The rice variety used was IR-64 and the type of fish used was carp (Cyprinus carpio). The variables observed were the intensity of rice pest attack, the type and population of natural enemies of rice, the percentage of fish mortality and yield, and rice yield. The data obtained were analyzed using the F test at the 5% error level and if significantly different then continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that the rice mina treatment with vegetable insecticides was able to provide more rice yields compared to other treatments as well as fish yields when viewed from the types of pests that attacked and the diversity of natural enemies found. The results of this study show that the diversity of pests with light to moderate attack intensity, dominated by Spodoptera sp., Oxya sp., and Pomacea canaliculata, as well as Atherigona sp. caught in high numbers on yellow traps. The most common types and number of natural enemies are found in conventional rice field cultivation treatment (P1) with a total of 19 species. While the morphospecies diversity is moderate-low, medium-high dominance, low-medium-high evenness, and low-medium-high-similarity are very high. Rice-fish farming treatment increases fish yields with a high survival rate and a 124–150% increase in weight from the initial weight, the highest yield is achieved in rice-fish farming treatment without insecticides. Treatment of rice-fish farming with vegetable insecticides increased yield by 14%, with a wet weight of 64.81 kg and a dry weight of 55.93 kg, the highest among all treatments.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save