Home
Login.
Artikelilmiahs
48448
Update
DAFFA STEFAN TIGANA
NIM
Judul Artikel
PENAKSIRAN HERITABILITAS PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) MENGGUNAKAN CATATAN PRODUKSI MINGGUAN AWAL LAKTASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dengan judul PENAKSIRAN HERITABILITAS PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) MENGGUNAKAN CATATAN PRODUKSI MINGGUAN AWAL LAKTASI bertujuan untuk mengetahui nilai taksiran heritabilitas produksi susu pada minggu ke-1 sampai ke-4 laktasi, serta menentukan minggu dengan nilai heritabilitas tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode korelasi saudara tiri sebapak (half-sib correlation) dan analisis sidik ragam (ANOVA) untuk menghitung nilai heritabilitas. Data yang digunakan adalah produksi susu harian dari 70 ekor sapi betina FH yang berasal dari lima pejantan berbeda dan telah menyelesaikan masa laktasi pertama. Produksi susu harian diubah menjadi produksi mingguan (minggu 1–4). Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai heritabilitas yang diperoleh berturut-turut pada minggu ke-1 sampai ke-4 adalah 0,69±0,42; 0,81±0,47; 0,74±0,44; dan 0,59±0,38. Nilai tertinggi terdapat pada minggu ke-2, menunjukkan bahwa faktor genetik paling berpengaruh terhadap produksi susu pada minggu tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa minggu ke-2 awal laktasi merupakan waktu yang paling optimal untuk melakukan seleksi berdasarkan nilai heritabilitas. Penaksiran heritabilitas menggunakan data produksi mingguan dapat digunakan sebagai pendekatan alternatif dalam mempercepat program pemuliaan dan mempersingkat interval generasi, karena seleksi dapat dilakukan lebih awal tanpa menunggu akhir masa laktasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study, entitled ESTIMATION OF HERITABILITY OF MILK PRODUCTION IN FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DAIRY COWS USING WEEKLY MILK YIELD RECORDS DURING EARLY LACTATION aimed to estimate the heritability values of milk production from the 1st to the 4th week of lactation and to determine which week had the highest heritability value. The study employed the half-sib correlation method and analysis of variance (ANOVA) to calculate heritability. The data used were daily milk yields from 70 Friesian Holstein (FH) dairy cows, all of which had completed their first lactation and were sired by five different bulls. The daily milk yield data were converted into weekly yields (weeks 1–4). The results showed that the heritability values for weeks 1 to 4 were 0.69±0.42, 0.81±0.47, 0.74±0.44, and 0.59±0.38, respectively. The highest value was observed in the 2nd week, indicating that genetic factors had the greatest influence on milk production during that period. This finding suggests that the 2nd week of early lactation is the most optimal time to conduct selection based on heritability values. Estimating heritability using weekly milk production data can serve as an alternative approach to accelerate breeding programs and shorten the generation interval, as selection can be conducted earlier without waiting for the end of the lactation period.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save