Home
Login.
Artikelilmiahs
48443
Update
AZKA FAOZAN AL FALAH
NIM
Judul Artikel
Pemanfaatan Objek Wisata Curug Telu sebagai Prasara Aktivitas Luar Kelas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
PEMANFAATAN OBJEK WISATA CURUG TELU SEBAGAI PRASARANA AKTIVITAS LUAR KELAS Azka Faozan Al Falah, Indra Jati Kusuma, Arfin Deri Listiandi Latar Belakang : Aktivitas luar kelas merupakan metode pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung di alam untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan hidup siswa. Pemanfaatan tempat-tempat wisata alam sebagai prasarana pembelajaran memberikan alternatif yang kontekstual dan menyenangkan dibandingkan pembelajaran konvensional di dalam kelas. Curug Telu, dengan potensi alamnya yang mendukung kegiatan edukatif seperti outbound, observasi lingkungan, dan canyoning, menjadi contoh lokasi efektif untuk mengintegrasikan pengalaman nyata ke dalam proses pembelajaran. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengelola objek wisata curug telu, Guru PJOK dan siswa. Hasil Pembahasan : Hasil wawancara menunjukkan bahwa Curug Telu memiliki potensi besar sebagai lokasi kegiatan edukatif dan fisik, seperti outbound, hiking, camping, canyoning, observasi alam, dan pembelajaran tematik, berkat keindahan alamnya yang masih alami, aksesibilitas yang relatif mudah, serta dukungan pemandu bersertifikasi. Namun, fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, dan area berkumpul masih terbatas karena status lahan yang sebagian besar merupakan tanah pribadi. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa objek wisata Curug Telu memiliki infrastruktur dan fasilitas dasar yang cukup mendukung sebagai prasarana aktivitas luar kelas, meskipun masih perlu pengembangan. Keindahan alam, tiga air terjun, dan kelayakan lokasi menjadikan Curug Telu berpotensi untuk kegiatan edukatif seperti outbound, hiking, camping, canyoning, dan observasi alam. Tantangan meliputi keterbatasan lahan dan promosi. Guru dan siswa menilai lokasi ini efektif untuk melaksanakan aktivitas luar kelas. Rekomendasi meliputi peningkatan fasilitas, penguatan sistem keamanan, serta promosi melalui media sosial dan kerja sama dengan sekolah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
UTILIZATION OF CURUG TELU TOURIST OBJECT AS OUT OF CLASS ACTIVITY INFRASTRUCTURE Azka Faozan Al Falah, Indra Jati Kusuma, Arfin Deri Listiandi Background: Outdoor activities are a learning method that emphasizes direct experience in nature to improve students' understanding and life skills. Utilization of natural tourist attractions as infrastructure provides an alternative contextual and enjoyable learning compared to conventional learning in the classroom. Curug Telu, with its natural potential that supports educational activities such as outbound, environmental observation, and canyoning, is an example of an effective location to integrate real experiences into the learning process. Methodology: This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Informants consist of the manager of the Curug Telu tourist attraction, PJOK teachers and students. Discussion Results: The interview results show that Curug Telu has great potential as a location for educational and physical activities, such as outbound, hiking, camping, canyoning, nature observation, and thematic learning, thanks to its natural beauty, relatively easy accessibility, and the support of certified guides. However, supporting facilities such as toilets, prayer rooms, and gathering areas are still limited due to the status of the land, which is mostly private land.. Conclusion: This study concludes that the Curug Telu tourist attraction has sufficient infrastructure and basic facilities to support outdoor activities, although it still needs development. The natural beauty, three waterfalls, and the suitability of the location make Curug Telu potential for educational activities such as outbound, hiking, camping, canyoning, and nature observation. Challenges include limited land and promotion. Teachers and students consider this location effective for carrying out outdoor activities. Recommendations include improving facilities, strengthening the security system, and promotion through social media and cooperation with schools.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save