Home
Login.
Artikelilmiahs
48331
Update
SRI RAHAYU
NIM
Judul Artikel
PENGARUH MEDIA TANAM DAN PERSENTASE NAUNGAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DI DATARAN RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Produksi selada (Lactuca sativa L.) di dataran rendah sering mengalami kendala akibat kondisi iklim mikro yang tidak optimal serta teknik budidaya yang kurang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase naungan dan jenis media tanam terhadap iklim mikro, sifat fisik tanah, serta pertumbuhan dan hasil tanaman selada di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 36 mdpl selama Juli–November 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor: persentase naungan (0%, 60%, 80%) dan media tanam (tanah, arang sekam, serta tanah dan arang sekam). Parameter yang diamati meliputi iklim mikro (suhu udara, kelembapan tanah, intensitas cahaya), sifat fisik tanah (kadar air tanah, bulk density), serta pertumbuhan dan hasil tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 60% menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembapan tanah. Media tanam arang sekam meningkatkan kadar air tanah dan menurunkan bulk density. Perlakuan kombinasi tanpa naungan dan campuran tanah-arang sekam (N0T2) menghasilkan bobot basah dan kering tanaman tertinggi sebesar 50,86 g dan 2,80 g. Terdapat interaksi nyata antara persentase naungan dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Kombinasi perlakuan tersebut berpotensi untuk meningkatkan produktivitas selada di dataran rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Lettuce (Lactuca sativa L.) production in the lowlands often experiences problems due to non-optimal microclimatic conditions and inappropriate cultivation techniques. This study aims to determine the effect of shading percentage and type of planting media on microclimate, soil physical properties, and growth and yield of lettuce plants in the lowlands. The research was conducted in Karangnanas Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency at an altitude of 36 masl during July-November 2024, using a factorial Randomized Group Design (RAK) with two factors: percentage of shade (0%, 60%, 80%) and planting media (soil, husk charcoal, and soil and husk charcoal). Parameters observed included microclimate (air temperature, soil moisture, light intensity), soil physical properties (soil moisture content, bulk density), and plant growth and yield (plant height, number of leaves, plant wet and dry weights). The results showed that 60% shading reduced air temperature and increased soil moisture. The husk charcoal planting medium increased soil moisture content and decreased bulk density. The combined treatment of no shade and soil-chaff charcoal mixture (N0T2) produced the highest plant wet and dry weights of 50.86 g and 2.80 g, respectively. There was a significant interaction between the percentage of shading and planting media on the growth and yield of lettuce plants. The treatment combination has the potential to increase the productivity of lettuce in the lowlands.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save