Home
Login.
Artikelilmiahs
48311
Update
SYAFIQURROFI HENDRIK DWI PUTRA
NIM
Judul Artikel
GAMBARAN PASIEN HERNIA INGUINALIS LATERALIS DI RSUD AJIBARANG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Hernia inguinalis lateralis adalah salah satu jenis hernia yang paling sering ditemukan pada pasien yang menjalani prosedur bedah di rumah sakit. Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus atau jaringan perut menonjol melalui saluran inguinalis pada sisi lateral rongga perut. Hernia inguinalis lateralis lebih sering terjadi pada pria dan sering dikaitkan dengan faktor risiko seperti usia, pekerjaan, serta adanya penyakit penyerta yang dapat memperburuk kondisi ini. Data epidemiologi menunjukkan bahwa angka kejadian hernia inguinalis lateralis di Indonesia terus meningkat, dengan sebagian besar pasien berasal dari kalangan lansia dan pekerja yang sering terpapar pada tekanan fisik atau aktivitas berat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien hernia inguinalis lateralis di RSUD Ajibarang periode Januari-Desember 2024 Metode: Penelitian ini merupkan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospective. Analisis data dilakukan secara univariat di RSUD Ajibarang periode Januari-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan rekam medis 187 pasien. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa hernia inguinalis lateralis lebih banyak diderita lansia di atas usia>65 tahun, dengan frekuensi 72 pasien (39,13%) Hernia inguinalis lateralis lebih banyak diderita oleh laki-laki dengan frekuensi 168 pesien (89,94). Hernia inguinalis lateralis berdasarkan jenis pekerjaan berisiko memiliki jumlah kasus tertinggi, yaitu sebanyak 99 orang (52,94%). Hernia ingunalis lateralis berdasarkan gejala utama berupa benjolan tanpa disertai gejala penyerta memiliki jumlah kasus tertinggi sebanyak 155 pasien (84,38%). Hernia inguinalis lateralis berdasarkan jenis kasus di dapatkan kasus baru, merupakan kasus tertinggi 177 pasien (94,65%). Hernia inguinalis lateralis berdasarkan klasifikasi sifat di dapatkan hernia reponible merukanan kasus terbanyak dengan frekuensi 138 kasus (72,80%). Operasi hernia inguinalis lateralis paling banyak yaitu hernia repair/hernioplasti sebanyak 175 orang (72,00%. Berdasarkan penyakit penyertanya di dapatkan hasil 150 orang (76.88) tidak di sertai penyakit penyerta Berdasarkan keadaan saat keluar rumah sakit, 187 orang (99.47%) pasien dengan operasi hernia inguinalis lateralis pulang dengan keadaan membaik. Kesimpulan: Jumlah pasien hernia inguinalis di RSUD Ajibarang periode Januari -Desember 2024 berjumlah 187 pasien. Dengan faktor risiko yang teliti meliputi usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, gejala utama, kasus baru, klasifikasi sifat, operasi yang dilakukan, penyakit penyerta, keadaan saat keluar. Kata kunci: Hernia inguinalis lateralis, faktor risiko, RSUD Ajibarang
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Inguinal hernia lateralis is one of the most common types of hernia found in patients undergoing surgical procedures in hospitals. Epidemiological data indicates that the incidence of inguinal hernia lateralis through the inguinal canal on the lateral side of the abdominal cavity. Inguinal hernia lateralis is more frequently observed in males and is often associated with risk factors such as age, occupation, and the presence of comorbidities that may exacerbate the condition. Epidemiological data indicates that the incidence of inguinal hernia lateralis in Indonesia continues to rise, with the majority of patients being elderly individuals and workers who are frequently exposed to physical stress or heavy activities. Objectives : This study aims to describe the characteristics of patients with lateral inguinal hernia at RSUD Ajibarang during the period of January to December 2024. Methods : This is a retrospective descriptive observational study. Data analysis was conducted univariately at RSUD Ajibarang for the period of January to December 2024. The data consisted of medical records of 187 patients. Results : Univariate analysis revealed that lateral inguinal hernia was more prevalent among elderly patients over 65 years old, with 72 cases (39.13%). It was also more common in males, with 168 cases (89.94%). Based on occupation, the highest number of cases was observed in high-risk groups, totaling 99 individuals (52.94%).Regarding primary symptoms, most cases presented with a bulge without accompanying symptoms, totaling 155 patients (84.38%). New cases dominated, with 177 cases (94.65%). In terms of hernia classification, reducible hernias were the most common, with 138 cases (72.80%). The most performed surgical procedure was hernioplasty/herniorepair, with 175 patients (72.00%). Regarding comorbidities, the majority of patients (150 patients, 76.88%) had no additional diseases. At discharge, 186 patients (99.47%) experienced recovery in good condition. Conclusions : The number of lateral inguinal hernia cases at RSUD Ajibarang during January–December 2024 was 187 patients. Risk factors identified include age, gender, occupation, primary symptoms, new case status, hernia classification, type of surgery performed, comorbidities, and condition upon discharge. Keywords : Lateral inguinal hernia, risk factors, RSUD Ajibarang
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save