Home
Login.
Artikelilmiahs
48281
Update
FERY HANDOKO
NIM
Judul Artikel
Mitigasi Bencana Gempa Bumi Kabupaten Garut Oleh Tim Pengelola Humas BMKG Pusat Melalui Media Sosial Instagram dan “X”
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang penelitian diawali adanya bencana gempa bumi kabupaten Garut pada bulan April tahun 2024, kegaduhan masyarakat tersebut terjadi akibat adanya pemberitan oleh media massa mengenai sesar lembang. Sebelum bencana gempa bumi terjadi, masyarakat sudah diberikan himbauan oleh BRIN dan BMKG mengenai bencana gempa bumi akibat aktivitas sesar lembang yang akan menimbulkan kekuatan dan memberikan dampak kerusakan cukup besar terhadap rumah maupun keselamatan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Humas BMKG Pusat dalam melakukan pemanfaatan media sosial Instagram dan X sebagai upaya untuk meminimalisir ketidakpastian informasi dan mewujudkan mitigasi bencana gempa bumi di kabupaten Garut. Selain itu, penelitian ini menggunakan Teori Dependensi Media yang dicetuskan oleh Melvin DeFleur dan Sandra Ball-Rokeach untuk melakukan analisis terhadap hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme, metode kualitatif deskriptif, serta memanfaatkan berbagai teknik pengumpulan data seperti; observasi, wawancara, jurnal, buku, dan beberapa dokumen pendukung sebagai alat untuk memperoleh data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penulis, menunjukkan bahwa Humas BMKG Pusat melakukan penyebarluasan informasi kebencanaan sebagai tindakan untuk membangun mitigasi non struktural bagi masyarakat. Penyampaian informasi yang diimplementasikan oleh Humas BMKG Pusat akan dikemas secara menarik dan bersifat edukatif. Humas BMKG Pusat, memanfaatkan media sosial Instagram dan X sebagai saluran komunikasi untuk menyebarluaskan informasi kebencanaan sesuai dengan target yang direncanaakan. Pemanfaatan media sosial Instagram dan X tidak hanya bertujuan untuk untuk meningkatkan kepercayaan maupun mewujudkan keterlibatan masyarakat dalam meminimalisir resiko kebencanaan. Secara keseluruhan, hasil analisis penelitian ini menyatakan Humas BMKG Pusat memiliki peran fundamental untuk membangun mitigasi non struktural bagi masyarakat
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background of the research stems from the Garut regency earthquake disaster in April 2024, a public commotion caused by mass media reports regarding the lembang fault. Prior to the earthquake, the public had been warned by the National Research and Innovation Agency (BRIN) and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) about the earthquake hazard due to lembang fault activity, which would generate significant force and cause substantial damage to homes and public safety. Based on this, this study aims to explore the role of the BMKG Public Relations Center in utilizing Instagram and X social media as an effort to minimize information uncertainty and realize earthquake disaster mitigation in Garut regency. Furthermore, this research employs the Media Dependency Theory, proposed by Melvin DeFleur and Sandra Ball-Rokeach, to analyze the research findings. This study uses a constructivism paradigm, a descriptive qualitative method, and utilizes various data collection techniques such as observation, interviews, journals, books, and several supporting documents as tools to obtain research data. The research findings obtained by the author indicate that the BMKG Public Relations Center disseminates disaster information as an action to build non-structural mitigation for the community. The information delivery implemented by the BMKG Public Relations Center is packaged attractively and educationally. The BMKG Public Relations Center utilizes Instagram and X social media as communication channels to disseminate disaster information according to planned targets. The utilization of Instagram and X social media aims not only to increase trust but also to realize community involvement in minimizing disaster risks. Overall, the analysis results of this study state that the BMKG Public Relations Center plays a fundamental role in building non-structural mitigation for the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save