Home
Login.
Artikelilmiahs
48095
Update
VIERI FEBRIANTO
NIM
Judul Artikel
TANGGUNG GUGAT PERUSAHAAN ATAS PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DILAKUKAN OLEH KARYAWANNYA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 156/PDT/2023/PT.PLG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya kelalaian dari karyawan sebagai supir yang memutar balik di jalan tol secara tiba sehingga menyebabkan kecelakaan yang lalu lintas dan menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat/Terbanding yang mengalami cacat permanen dan kehilangan istrinya yang meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pertimbangan hakim dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum dan tuntutan ganti kerugian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan melakukan pengkajian terhadap data sekunder dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif dan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, hakim menyatakan tindakan Tergugat I/Pembanding I dan Tergugat II/Pembanding II sebagai perbuatan melawan hukum. Namun, majelis hakim dalam pertimbangannya tidak menjelaskan kriteria perbuatan melawan hukum yang dilakukan. Penulis berpendapat bahwa perbuatan melawan hukum tergugat memenuhi kriteria melanggar hak orang lain yaitu hak perorangan, bertentangan dengan kewajiban hukum pelaku berdasarkan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Majelis Hakim juga dalam membebankan tanggung jawab ganti kerugian kepada Tergugat II/Pembanding II tidak mengkualifisir unsur-unsur dari Pasal 1367 ayat (3). Penulis berpendapat unsur-unsur dari Pasal 1367 ayat (3) adalah pelayan/bawahan harus melakukan perbuatan melawan hukum yang dapat dituntut berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata, adanya hubungan kerja yang merupakan hubungan subordinasi, ada hubungan antara perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh bawahan dengan pekerjaan yang diberikan oleh majikan. Penulis juga berpendapat jika pembebanan tanggung jawab ganti kerugian kepada Tergugat II/Pembanding II didasari oleh teori tanggung jawab risiko, karena perusahaan sebagai pemberi perintah telah meminta bantuan karyawannya untuk mengantarkan barang kepada konsumen, sehingga sudah kerugian dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Tergugat I/Pembanding I dapat dibebankan kepada Tergugat II/Pembanding II.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is motivated by the negligence of the employee as a driver who made a sudden U-turn on the toll road causing a traffic accident and causing losses to the Plaintiffs/Appellants who suffered permanent disability and the loss of his wife who died. This study aims to analyze how the judge's consideration in qualifying tort and compensation claims. In this research, the author uses normative juridical research methods by conducting an assessment of secondary data with prescriptive analytical research specifications. The data obtained is presented with narrative text and the analysis method used is normative qualitative. Based on the results of the research, the judge declared the actions of Defendant I/Appellant I and Defendant II/Appellant II as unlawful. However, the judges in their reasoning did not explain the criteria for unlawful acts committed. The author argues that the defendant's unlawful act meets the criteria of violating the rights of others, namely individual rights, contrary to the legal obligations of the perpetrator based on Article 310 paragraph (4) of the Road Traffic and Transportation Law. The Panel of Judges also failed to qualify the elements of Article 1367 paragraph (3) in imposing liability of compensation to Defendant II/Appellant II. The author argues that the elements of Article 1367 paragraph (3) are that the servant/subordinate must commit a tort that can be prosecuted under Article 1365 of the Civil Code, there is a working relationship which is a relationship of subordination, there is a relationship between the tort committed by the subordinate and the work provided by the employer. The author is also of the opinion that the imposition of liability of compensation to Defendant II/Appellant II is based on the theory of risk liability, because the company as the issuer of the order had requested the assistance of its employees to deliver the goods to the consumers, so the loss from the unlawful act committed by Defendant I/Appellant I can be imposed on Defendant II/Appellant II.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save