Home
Login.
Artikelilmiahs
48091
Update
AFIFAH AINUN NAFIS
NIM
Judul Artikel
Skrining Fitokimia Ekstrak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Dan Aktivitasnya Pada β-Glukosidase
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kulit kayu manis telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional serta berpotensi dikembangkan untuk pencegahan diabetes melitus. Kandungan senyawa kimia pada kulit kayu manis (C. burmannii) menyebabkan efek farmakologis terhadap diabetes berupa aktivitas teraupetik, terutama dalam penghambatan enzim glukosidase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa dalam ekstrak kulit kayu manis (C burmannii) dan aktivitasnya melalui penghambatan enzimatis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan ekstraksi, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas enzim β-glukosidase. Skrining fitokimia dilakukan dengan metode reaksi warna menggunakan reagen tertentu, seperti HCl + serbuk Mg (flavonoid); FeCl3 3% dan 1% (fenol dan tanin); lieberman-burchard (steroid dan terpenoid); HCl 2N (saponin); dan Dragendrof (alkaloid). Skrining Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan menggunakan fase diam (silika gel GF254), fase gerak n-heksan:etil asetat (9:1) dan kloroform:methanol (2:8), serta penampak noda menggunakan reagen sitroborat (flavonoid); FeCl3 (fenol); lieberman-burchard (steroid dan terpenoid); anisaldehid-asam sulfat (saponin); FeCl3 5% (tanin); dan Dragendrof (alkaloid). Aktivitas β-glukosidase dilakukan menggunakan kit Micro β-glukosidase Activity Assay (Abbkine). Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kualitatif, kemudian dilakukan perhitungan % inhibisi untuk mengetahui besar penghambatan enzim β-glukosidase serta perhitungan IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu manis (C. burmannii) mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol, steroid, terpenoid, dan tanin. Aktivitas inhibisi enzim β-glukosidase berdasarkan kit Micro β-glukosidase Activity Assay (Abbkine) pada konsentrasi 500, 250, 125, 62,5 dan 31,25 ppm, memiliki daya hambat sebesar 60,06%, 51,94%, 44,61%, 44,28%, dan 41,25% secara berturut-turut dengan nilai IC50 sebesar 233, 32 ppm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cinnamon bark has long been utilized in traditional medicine and shows potential for development in the prevention of diabetes melitus. The chemical compounds contained in cinnamon bark (C. burmannii) exhibit pharmacological effects on diabetes through therapeutic activities, particularly in the inhibition of the glucosidase enzyme. This study was conducted to identify the classes of compounds present in cinnamon bark extract (C. burmannii) and their activities through enzymatic inhibition. The research was conducted experimentally, involving the stages of extraction, phytochemical screening, and β-glucosidase enzyme activity analysis. Phytochemical screening was carried out using color reaction methods with specific reagents, such as HCl with Mg powder (flavonoids); 3% and 1% FeCl3 (phenols and tannins); Liebermann-Burchard reagent (steroids and terpenoids); 2N HCl (saponins); and Dragendorff reagent (alkaloids). Thin Layer Chromatography (TLC) screening was performed using a stationary phase (silica gel GF254), mobile phases of n-hexane:ethyl acetate (9:1) and chloroform:methanol (2:8), and visualization reagents such as citroborate reagent (flavonoids); FeCl3 (phenols); Liebermann-Burchard reagent (steroids and terpenoids); anisaldehyde-sulfuric acid (saponins); 5% FeCl3 (tannins); and Dragendorff reagent (alkaloids). β-glucosidase activity was analyzed using the Micro β-glucosidase Activity Assay Kit (Abbkine). The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively, followed by the calculation of % inhibition to determine the degree of β-glucosidase enzyme inhibition and the IC50 value. The results showed that cinnamon bark extract (C. burmannii) contains flavonoid, phenol, steroid, terpenoid, and tannin compounds. The inhibition activity of the β-glucosidase enzyme based on the Micro β-glucosidase Activity Assay kit (Abbkine) at concentrations of 500, 250, 125, 62.5 and 31.25 ppm, had an inhibitory power of 60.06%, 51.94%, 44.61%, 44.28%, and 41.25% respectively with an IC50 value of 233.32 ppm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save