Home
Login.
Artikelilmiahs
48087
Update
MUHAMMAD ZAINAL ABIDIN ROSYADA
NIM
Judul Artikel
ECONOMIC VALUATION OF PURWOKERTO TERATAI TOWER: A TRAVEL COST METHOD (TCM) APPROACH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi yang ada merupakan salah upaya pemerintah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Banyumas memiliki potensi wisata alam yang potensial, oleh karena itu pemerintah melakukan berbagai pembangunan terkait pengembangan pada sektor wisata. Salah satu pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan Menara Teratai, pembangunan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata namun juga sebagai area Ruang Terbuka Hijau (RTH). Strategi ini memiliki potensi ganda dalam meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan keseimbangan pembangunan dengan memadukan aspek ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya nilai valuasi ekonomi pada Menara Teratai serta menganalisis faktor-faktor ekonomi yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan pada Menara Teratai Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan kriteria; 1) Memiliki umur minimal 17 tahun, 2) Sedang melakukan kunjungan ke Menara Teratai saat dilakukan wawancara, dan 3) Pernah melakukan kunjungan ke objek substitusi yaitu Taman Andhang Pangrenan. Penelitian ini menggunakan variabel Biaya Perjalanan, Pendapatan, Tingkat Pendidikan, Fasilitas, Substitusi Wisata, dan Jumlah Rombongan sebagai variabel independen dan Jumlah Kunjungan sebagai variabel dependen. Hasil perhitungan menunjukkan besarnya total biaya perjalanan pengunjung pada objek Menara Teratai Purwokerto sebesar Rp 14.208.000 dengan nilai rata-rata biaya perjalanan pengunjung sebesar Rp 142.080. besarnya nilai ekonomi Menara Teratai Purwokerto sebesar Rp 2.313.971.712.000/Tahun. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji Independen Sample t-test diperoleh faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kunjungan adalah Pendapatan, Tingkat Pendidikan, Fasilitas, dan Jumlah Rombongan. Sedangkan variabel Biaya Perjalanan dan Substitusi Wisata tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Menara Teratai Purwokerto. Keterbatasan ada pada keterbatasan signifikan dalam hal jumlah data yang relatif kecil yang berpotensi membatasi representasi populasi yang lebih luas dan kekuatan statistik analisis, serta dalam hal keterbatasan waktu penelitian, yang dapat menghambat eksplorasi fenomena secara mendalam dan komprehensif, terutama dalam menangkap dinamika atau perubahan yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of regions by utilizing existing potential is one of the government's efforts to increase local revenue. Banyumas Regency has significant natural tourism potential; therefore, the government is undertaking various developments related to the tourism sector. One of the developments is the construction of the Teratai Tower, which not only serves as a tourist attraction but also as a Green Open Space (GOS). This strategy has dual potential in enhancing regional income and creating a balance in development by integrating economic and environmental aspects. This research aims to calculate the economic valuation of Purwokerto Teratai Tower and analyze the economic factors influencing the number of visits to Purwokerto Teratai Tower. This study employs the Travel Cost Method (TCM) approach. The population in this research consists of 100 respondents with the following criteria: 1) A minimum age of 17 years, 2) Currently visiting the Teratai Tower at the time of the interview, and 3) Having previously visited a substitute object, namely Andhang Pangrenan Park. This study utilizes the variables of Travel Cost, Income, Education Level, Facilities, Tourist Substitutes, and Number of Group as independent variables, and Number of Visits as the dependent variable. The calculation results indicate that the total cost of visitors' trips to the Purwokerto Teratai Tower amounts to Rp 14,208,000, with an average trip cost per visitor of Rp 142,080. The economic value of Purwokerto Teratai Tower is Rp 2,313,971,712,000 per year. Based on the analysis using the Independent Sample t-test, the factors influencing the number of visits are income, education level, facilities, and number of groups. Meanwhile, the variables of travel costs and tourism substitution do not affect the number of tourist visits to the Teratai Tower. The limitations of this research terms of the relatively small amount of data that has the potential to limit representation of the wider population and the statistical power of the analysis, as well as in terms of limited research time, which may hinder the exploration of the phenomenon in depth and comprehensively, especially in capturing the dynamics or changes that occur over a longer period of time.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save