Home
Login.
Artikelilmiahs
48042
Update
MUHAMMAD AULIA SYAFRIAWAN
NIM
Judul Artikel
Hubungan Antara Manajemen Pemerahan dengan Kejadian Mastitis Subklinis dan Kerusakan Susu Segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu segar pada sapi perah di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah dan sapi perah di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang yang ternaknya sedang laktasi. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Sampel diambil secara sensus yaitu semua peternak yang ternaknya sedang dalam periode laktasi sebanyak 39 sampel. Analisis data menggunakan analisis analisis korelasi rank spearmen, chi square, uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu segar di Kecamatan Sumbang dengan rata-rata skor atau t hitung sebesar 3,8 lebih baik dibandingkan dengan rata-rata skor atau t hitung di Kecamatan Baturraden sebesar 3.7 dengan nilai p value 0.00. Hasil analisis Rank Spearmen menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi sebesar 0.02 dan 0.03. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya terdapat hubungan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi 0.03 dan 0.001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik manajemen pemerahan yang dilakukan makan semakin menurun angka kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu di Kecamtan Baturraden dan Kecamatan Sumbang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis and fresh milk damage in dairy cows in Baturraden and Sumbang Districts. This study uses a survey method. The research targets are dairy farmers and dairy cows in Baturraden and Sumbang Districts whose livestock are lactating. Location determination is based on purposive sampling. The samples were taken by census, namely all farmers whose livestock were in the lactation period, totaling 39 samples. Data analysis used Spearman rank correlation analysis, chi-square, independent t-test. The results of the study showed that the incidence of subclinical mastitis and fresh milk damage in Sumbang District with an average score or t-count of 3.8 was better compared to the average score or t-count in Baturraden District of 3.7 with a p-value of 0.00. The results of the Spearman Rank analysis showed that there was a significant relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis in Baturraden and Sumbang Districts with a significance value of 0.02 and 0.03. The chi-square test results showed that H0 was accepted, which means that there is a relationship between milking management and fresh milk damage in Baturraden and Sumbang Districts with a significance value of 0.03 and 0.001. This study concludes that the better the milking management carried out, the lower the incidence of subclinical mastitis and milk damage in Baturraden and Sumbang Districts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save