Home
Login.
Artikelilmiahs
48041
Update
DYAH RATNA KUSUMA DEWI
NIM
Judul Artikel
EFEK EKSTRAK ETANOLIK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI SEL HATI TIKUS YANG DIINDUKSI Streptozotocin
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Kayu manis memiliki kandungan sinamaldehid yang memberikan efek hipoglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak kayu manis sebagai terapi antidiabetes dengan mengamati kadar glukosa darah, indeks hepatosomatik, dan histopatologi sel hepatosit hati tikus yang diinduksi streptozotocin. Metodologi: Penelitian eksperimental dilakukan secara in vivo dengan desain pre-test and post-test control group. Tikus dibagi menjadi 1 kelompok sehat dan 4 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 tikus. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0, ke-14, ke-17, dan ke-22, kemudian dianalisis menggunakan Paired T Test. Dilakukan pengamatan makroskopis organ hati dan dihitung indeks hepatosomatik, serta diamati perubahan histopatologi hati dengan metode skoring setelah dilakukan perwarnaan Hematoxylin-Eosin. Hasil Penelitian: Hasil uji Paired T Test pada kelompok perlakuan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (Sig. <0,05) setelah pemberian ekstrak kayu manis. Pengamatan makroskopis menunjukkan warna hati tampak sama yaitu merah kecoklatan, kecuali kelompok dosis 400 mg/kgBB yang tampak pucat. Indeks hepatosomatik terendah ditemukan pada kelompok dengan dosis 100 mg/kgBB, sementara tertinggi pada dosis 400 mg/kgBB. Histopatologi menunjukkan kelompok dengan dosis 100 mg/kgBB mengalami perdarahan dan degenerasi vakuola, sedangkan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan kerusakan sel yang lebih parah, termasuk perdarahan, degenerasi vakuola, dan nekrosis. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanolik kayu manis (Cinnamomum burmanniii) berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa darah, namun belum mampu dalam memperbaiki histopatologi sel hepatosit hati tikus yang diinduksi streptozotocin.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by increased blood glucose levels. Cinnamon contains cinnamaldehyde, which has a hypoglycemic effect. This study aims to evaluate the effects of cinnamon extract as an antidiabetic therapy by assessing blood glucose levels, hepatosomatic index, and hepatocyte histopathology in rats induced with streptozotocin. Methodology: This experimental in vivo study used a pre-test and post-test control group design. Rats were divided into one healthy control group and four treatment groups. Blood glucose levels were measured on days 0, 14, 17, and 22, then analyzed using the Paired T-Test. Macroscopic observations were conducted, the hepatosomatic index was calculated, and histopathological changes in the liver were examined using a scoring method following Hematoxylin-Eosin staining. Results: The result showed that treatment groups a significant decrease in blood glucose levels (p < 0.05) after administration of cinnamon extract. Most liver samples appeared reddish-brown, except the 400 mg/kgBW group, which exhibited a pale appearance. The lowest hepatosomatic index was found in the 100 mg/kgBW group, while the highest was in the 400 mg/kgBW group. Histopathological analysis showed that the 100 mg/kgBW group experienced hermorrhage and vacuolar degeneration, whereas the 400 mg/kgBW group exhibited more severe cellular damage, including hemorrhage, vacuolar degeneration, and necrosis. Conclusion: The administration of cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) showed potential to lower blood glucose levels but has not been able to improve liver histopathology in streptozotocin-induced diabetic rats.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save