Home
Login.
Artikelilmiahs
48009
Update
AMALIA RAHMADANI
NIM
Judul Artikel
Profil Anatomi Daun dan Morfologi Bandotan (Ageratum conyzoides L.) pada Ketinggian Tempat Tumbuh Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bandotan (Ageratum conyzoides L.) adalah tumbuhan yang dikenal sebagai tumbuhan liar namun dapat dijadikan sebagai tumbuhan obat karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, polifenol, alkaloid, dan minyak atsiri. Senyawa fenol tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan desinfektan. Karakteristik daun baik secara anatomi dan morfologi memiliki keragaman sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan, termasuk ketinggian tempat tumbuh yang berbeda. Penelitian tentang karakteristik anatomi dan morfologi tumbuhan bandotan belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan profil anatomi dan morfologi tumbuhan bandotan pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengambilan sampel secara acak terpilih. Variabel penelitian yang diamati adalah ketinggian tempat sebagai variabel bebas dan profil anatomi serta morfologi sebagai variabel terikat. Metode pengamatan untuk profil anatomi yaitu pembuatan preparat segar dan awetan daun bandotan, sementara metode pengamatan untuk profil morfologi yaitu melalui pengamatan seluruh bagian tumbuhan bandotan. Parameter anatomi yang diamati meliputi panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata dan trikomata, tebal kutikula, tebal mesofil, tebal epidermis, dan panjang trikomata. Parameter untuk pengamatan morfologi meliputi karakter kuantitatif seperti tinggi tumbuhan, panjang akar, dan diameter akar, diameter batang, panjang batang, jumlah daun, panjang tangkai daun, panjang daun, lebar daun, jumlah bunga majemuk, diameter bunga majemuk. Parameter morfologi secara kualitatif yaitu jenis batang, bentuk batang, tekstur permukaan batang, warna ujung batang, warna pangkal batang, arah pertumbuhan batang, jenis percabangan, arah tumbuh cabang, tata letak daun, warna tangkai, warna adaksial daun, warna abaksial daun, tipe daun, pangkal daun, jumlah daun, tepi daun, ujung daun, warna tulang daun, jenis tulang daun, tekstur permukaan daun, bangun daun, daging daun, tipe bunga, posisi bunga, kelengkapan bunga, bentuk dasar bunga majemuk, jumlah bunga majemuk, warna bunga, jenis buah, bentuk buah, warna biji, bentuk biji, serta parameter pendukungnya yaitu faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, pH tanah, dan intensitas cahaya. Data pengamatan profil anatomi dan morfologi parameter kualitatif dianalisis secara deskriptif, sementara data pengamatan profil anatomi dan morfologi parameter kuantitatif dianalisis menggunakan ANOVA atau uji F dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, hasil yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan berpengaruh terhadap anatomi daun bandotan serta beberapa parameter pengamatan morfologi bandotan seperti tinggi tumbuhan, panjang akar, panjang batang, panjang tangkai daun, jumlah daun, jumlah bunga majemuk, dan diameter bunga majemuk. Stomata bandotan bertipe anomositik amfistomatik dan trikomata uniseriat. Batang, daun, bunga, buah, dan biji masing-masing menunjukkan warna tertentu. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap profil anatomi dan beberapa profil morfologi bandotan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bandotan (Ageratum conyzoides L.) is a plant known as a wild plant, but can be used as a medicinal plant because it contains secondary metabolite compounds such as flavonoids, saponins, polyphenols, alkaloids, and essential oils. The phenolic compounds of this plant can also be used to manufacture of disinfectants. Leaf characteristics both anatomically and morphologically have diversity as a form of adaptation to environmental conditions, including different growing altitudes. Research on the anatomical and morphological characteristics of bandotan plants has not been widely conducted. This research examines and contrasts the anatomical and morphological traits of bandotan plants growing at different altitudes. This research conducted using a survey method, randomly selected sampling. The research variables observed are the altitude as the independent variable and the anatomical and morphological profiles as the dependent variables. The observation method for the anatomical profile is the preparation of fresh and preserved bandotan leaf preparations, while the observation method for the morphological profile is through comprehensive observation of all parts of the bandotan plant. The anatomical parameters to be observed include the length and width of the stomata, the density of the stomata and trichomes, the thickness of the cuticle, the thickness of the mesophyll, the thickness of the epidermis, and the length of the trichomes. Parameters for morphological observations include quantitative characters such as plant height, root length, and root diameter, stem diameter, stem length, number of leaves, leaf stalk length, leaf length, leaf width, number of inflorescence, compound flower diameter. Qualitative morphological parameters are stem type, stem shape, stem surface texture, stem tip color, stem base color, stem growth direction, branching type, branch growth direction, leaf layout, stalk color, leaf adaxial color, leaf abaxial color, leaf type, leaf base, number of leaves, leaf edge, leaf tip, leaf vein color, leaf vein type, leaf surface texture, leaf structure, leaf flesh, flower type, flower position, flower completeness, basic form of compound flowers, number of compound flowers, flower color, fruit type, fruit shape, seed color, seed shape, and supporting parameters are environmental factors such as temperature, humidity, soil pH, and light intensity. Anatomical and morphological profile observation data of qualitative parameters were analyzed descriptively, while anatomical and morphological profile observation data of quantitative parameters were analyzed using ANOVA or F test with 95% and 99% confidence levels, if there is a significant difference, a further BNJ test of 5% level was carried out. The results showed that environmental factor significantly influenced leaf anatomy and several morphological parameters, including plant height, root length, stem length, petiole length, number of leaves, number of inflorescences, and inflorescence diameter. Type of the stomata is anomositik amfistomatik and trichomes type uniseriat. Shoot, leaves, fruits, and seeds showed different colors. Altitude influences the anatomy and morphology of the bandotan.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save