Home
Login.
Artikelilmiahs
47971
Update
RIKA NOVIANTI
NIM
Judul Artikel
Aplikasi Bakteri Endofit Indigenus untuk Meningkatkan Ketahanan Padi Inpari 32 Terhadap Hawar Daun Bakteri
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit hawar daun bakteri (HDB) disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae, yang menyerang daun padi dan menimbulkan gejala dimulai dari bercak pada ujung daun yang kemudian menyebar ke tulang daun dan pangkal daun. Daun yang terserang menjadi berair, berwarna keabu-abuan, mengering, dan akhirnya mati. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan menggunakan bakteri endofit indigenous untuk meningkatkan ketahanan struktural dan biokimia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengevaluasi aplikasi bakteri endofit indigenus B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, dan NPSB3 dalam pengendalian hawar daun bakteri pada padi, 2) Mempelajari ketahanan struktural dan biokimia tanaman setelah aplikasi bakteri endofit indigenus B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, dan NPSB3, dan 3) Menentukan isolat terbaik dalam menekan perkembangan hawar daun bakteri dan meningkatkan ketahanan padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, dan di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada ketinggian 117 mdpl (7°23'49" LS, 109°17'7" BT) dari bulan Juni 2024 hingga September 2024. Tahapan awal penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, penanaman, formulasi larutan cair, aplikasi, pengamatan, dan analisis data. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan: K (Kontrol), isolat Petanahan (NPA5, NPA6), isolat Karangwangkal (KR4, KR7), isolat Sumbang (SB3), dan konsorsium kelima isolat. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 perlakuan. Variabel yang diamati meliputi intensitas penyakit, laju infeksi, nilai AUDPC, serta komponen ketahanan struktural dan biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, dan NPSB3 efektif mengendalikan HDB pada padi dengan meningkatkan ketahanan struktural dan biokimia melalui penurunan kerapatan stomata, peningkatan ketebalan epidermis, kerapatan trikoma, kandungan fenol total, aktivitas enzim peroksidase, dan kandungan asam salisilat. Isolat terbaik dalam menekan perkembangan hawar daun bakteri adalah isolat B. subtilis dari Petanahan, sedangkan isolat B. subtilis dari Karangwangkal meningkatkan ketahanan struktural dan biokimia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bacterial leaf blight (BLB) disease is caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae, which attacks rice leaves, causing symptoms that start as spots at the leaf tip and spread toward the midrib and base of the leaf. The leaves become water-soaked, turn grayish, dry out, and eventually die. Control of this disease can be achieved using indigenous endophytic bacteria to enhance structural and biochemical resistance. This study aims to: 1) Evaluate the application of indigenous endophytic bacteria B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, and NPSB3 for controlling bacterial leaf blight in rice, 2) Study the structural and biochemical resistance of plants after the application of indigenous endophytic bacteria B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, and NPSB3, and 3) Determine the best isolate for suppressing bacterial leaf blight and enhancing rice resistance. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, at an altitude of 117 meters above sea level (7°23'49"S, 109°17'7"E) from June 2024 to September 2024. The initial stages of the research included preparation of tools and materials, planting, formulation of liquid solutions, application, observation, and data analysis. The study used a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments: K (Control), Petanahan isolates (NPA5, NPA6), Karangwangkal isolates (KR4, KR7), Sumbang isolate (SB3), and a consortium of all 5 isolates. Each treatment was replicated 5 times, resulting in 25 treatment plots. The observed variables included disease intensity, infection rate, AUDPC value, and components of structural and biochemical resistance. The results showed that B. subtilis NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, and NPSB3 effectively controlled rice BLB, enhancing structural and biochemical resistance through reduced stomatal density, increased epidermal thickness, trichome density, total phenol content, peroxidase enzyme activity, and salicylic acid content. The best isolates for suppressing bacterial leaf blight development were B. subtilis isolates from Petanahan, while B. subtilis isolates from Karangwangkal improved structural and biochemical resistance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save