Home
Login.
Artikelilmiahs
47965
Update
AULIA NUR FALAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Wacana Kritis van Dijk dalam Debat Kelima Capres Indonesia Pemilu 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan mengungkap makna tersembunyi dalam debat kelima calon Presiden Indonesia Pemilu 2024 melalui pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian kualitatif ini menggunakan data dari video dan transkrip debat, dengan metode pengumpulan data berupa teknik simak, sadap, SBLC, dan catat. Analisis dilakukan pada tiga dimensi: struktur teks (makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks mencerminkan strategi komunikasi para kandidat dalam menyampaikan ideologi dan program. Pada dimensi kognisi sosial, ditemukan bahwa para calon presiden membentuk dan menyampaikan gagasan serta ideologi mereka berdasarkan pengetahuan dan sikap tertentu. Sementara itu, konteks sosial menunjukkan adanya praktik kekuasaan dan akses yang memengaruhi wacana para calon presiden. Dengan demikian, debat ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian program politik, tetapi juga sarana untuk memengaruhi opini publik dan memperkuat posisi politik masing-masing kandidat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to uncover hidden meanings in the fifth debate of the Indonesian presidential candidates for the 2024 election using Teun A. van Dijk's critical discourse analysis model. Employing a qualitative approach, data were sourced from videos and transcripts of the debate, focusing on excerpts from all presidential candidates. Data collection methods included observation, tapping, non-participatory observation, and note-taking techniques. The analysis encompassed three dimensions: text structure (macrostructure, superstructure, microstructure), social cognition, and social context. Findings reveal that the text structure reflects the candidates' communication strategies in conveying their ideologies and programs. In the social cognition dimension, it was found that the candidates formulated and presented their ideas and ideologies based on specific knowledge and attitudes. Meanwhile, the social context dimension indicates the presence of power practices and access influencing the candidates' discourse. Thus, the debate serves not only as a platform for presenting political programs but also as a means to influence public opinion and strengthen each candidate's political position.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save