Home
Login.
Artikelilmiahs
47864
Update
IVANA PUTERI RAFA JATI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN POSISI KERJA MEMBUNGKUK TERHADAP SKRINING NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI PADI DI DESA LINGGASARI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Posisi kerja membungkuk sering berkaitan dengan risiko nyeri punggung bawah (NPB), terutama pada pekerja dengan aktivitas fisik berulang seperti petani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja membungkuk dan kejadian NPB pada petani padi di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Purwokerto Timur. Tujuan: Menganalisis hubungan posisi kerja membungkuk dengan hasil skrining NPB menggunakan Nordic Body Map. Metodologi: Desain cross-sectional dengan melibatkan 72 petani padi sebagai sampel yang dipilih dari metode Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan mengisi kuesioner Nordic Body Map dan posisi kerja. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa mayoritas petani bekerja dalam posisi membungkuk 90,3% dan prevalensi NPB sebesar 76,4%. Analisis bivariat menggunakan fisher exact test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara posisi kerja membungkuk dengan kejadian NPB (p-value < 0,05). Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik menunjukkan hasil posisi kerja membungkuk sebagai faktor risiko paling berpengaruh dengan nilai p-value 0,003 dan OR 29,445, berarti bahwa pekerja yang memiliki posisi kerja membungkuk memiliki kemungkinan 29,445 kali lebih besar untuk mengalami keluhan muskuloskeletal dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki posisi kerja membungkuk secara signifikan Kesimpulan: Posisi kerja membungkuk secara signifikan berkaitan dengan kejadian NPB pada petani padi. Hasil ini mendukung perlunya intervensi ergonomi untuk mencegah NPB pada petani
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: A bent working posture is often associated with the risk of low back pain (LBP), particularly among workers engaged in repetitive physical activities such as farmers. This study aims to investigate the relationship between a bent working posture and the incidence of LBP among rice farmers in Linggasari Village, Kembaran District, East Purwokerto. Objective: To analyze the association between a bent working posture and LBP screening results using the Nordic Body Map. Methodology: This cross-sectional study involved 72 rice farmers selected using Slovin’s formula. Data were collected through interviews utilizing the Nordic Body Map questionnaire and work posture assessment. Results: The findings indicate that the majority of farmers (90.3%) worked in a bent posture, with an LBP prevalence of 76.4%. Bivariate analysis using Fisher’s exact test revealed a significant association between a bent working posture and LBP occurrence (p-value < 0.05). Multivariate analysis using logistic regression identified a bent working posture as the most influential risk factor, with a p-value of 0.003 and an odds ratio (OR) of 29.445, indicating that workers with a bent posture are 29.445 times more likely to experience musculoskeletal complaints than those without a bent posture. Conclusion: A bent working posture is significantly associated with LBP incidence among rice farmers. These findings highlight the need for ergonomic interventions to prevent LBP in agricultural workers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save