Home
Login.
Artikelilmiahs
47856
Update
ALZAROTUN FASIROH
NIM
Judul Artikel
Potensi Lestari Ikan Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus) yang Didaratkan di TPI Karangsong, Kabupaten Indramayu Berdasarkan Model Fox dan Walter-Hilborn
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong merupakan wilayah yang memiliki pengaruh tinggi terhadap pengelolaan perikanan di Kabupaten Indramayu. Ikan kakap merah (Lutjanus argentimaculatus) merupakan salah satu ikan potensial dan memiliki nilai ekonomis tinggi di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi potensi lestari, upaya optimum lestari, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan ikan kakap merah (L. argentimaculatus) yang didaratkan di TPI Karangsong berdasarkan model Fox dan Walter-Hilborn. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi lapang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode Fox diperoleh nilai potensi lestari sebesar 1.326 ton/tahun, nilai upaya optimum lestari sebesar 1.159 unit/tahun, jumlah tangkapan yang diperbolehkan telah mengalami over estimate, tingkat pemanfaatan dan pengupayaan telah mengalami overfishing. Sedangkan dengan metode Walter-Hilborn diperoleh nilai potensi lestari sebesar 36.728 ton/tahun, nilai upaya optimum lestari sebesar 19.887 unit/tahun, jumlah tangkapan yang diperbolehkan belum melebihi nilai JTB, tingkat pemanfaatan dan pengupayaan masih dibawah batas tangkapan optimum atau underfishing.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Karangsong Fish Auction Place (TPI) is an area that has a high influence on fisheries management in Indramayu Regency. Red snapper (Lutjanus argentimaculatus) is one of the potential fish and has high economic value in Indramayu Regency. The purpose of this study was to estimate the sustainable potential, optimal sustainable efforts, the number of permissible catches and the utilization rate of red snapper (L. argentimaculatus) landed at TPI Karangsong based on the Fox and Walter-Hilborn models. The method used in this study is field observation. The data analysis used in this study is descriptive analysis. The results of the study show that with the Fox method, a sustainable potential value of 1,326 tons/year is obtained, the optimum sustainable effort value is 1,159 units/year, the number of catches allowed has been overestimated, the level of utilization and effort has been overfished. Meanwhile, with the Walter-Hilborn method, a sustainable potential value of 36,728 tons/year was obtained, the value of the optimal sustainable effort was 19,887 units/year, the number of catches allowed had not exceeded the JTB value, and the level of utilization and effort was still below the optimum catch limit or underfishing.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save