Home
Login.
Artikelilmiahs
47831
Update
AUBREY MUHAMMAD DEVALA
NIM
Judul Artikel
PEMBUKTIAN PERKARA INSES DALAM PROSES PENUNTUTAN PADA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BAYI (Studi di Kejaksaan Negeri Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembuktian perkara inses pada tindak pidana pembunuhan bayi adalah metode khusus yang digunakan oleh Penuntut Umum dalam tahap penuntutan. Pembuktian bertujuan untuk memahami cara menempatkan suatu yang sedang diperiksa. Dalam sidang pengadilan, pembuktian adalah upaya yang dilakukan Penuntut Umum dengan mengajukan alat bukti yang sah berdasarkan Undang-Undang untuk membuktikan kesalahan terdakwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian perkara inses dalam proses penuntutan serta hambatan yang dihadapi oleh Penuntut Umum dalam membuktikan perkara inses tindak pidana pembunuhan bayi di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Informan merupakan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Purwokerto yang ditentukan dengan purposive sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari studi lapangan dan studi kepustakaan melalui wawancara dan studi pustaka. Metode analisis data adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian perkara inses dalam tindak pidana pembunuhan bayi sebelum melakukan proses penuntutan dimulai dari pemeriksaan berkas perkara, penentuan dakwaan, persiapan persidangan, penyampaian dakwaan, dan pembuktian. Hambatan yang dihadapi oleh Penuntut Umum dalam membuktikan perkara inses tindak pidana pembunuhan bayi dapat digolongkan sebagai struktur hukum dan substansi hukum.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Evidence of incest cases in the crime of infanticide is a special method used by public prosecutors in the prosecution stage. Evidence aims to understand how to place something being examined. In court hearings, proof is an effort made by the Public Prosecutor by submitting valid evidence based on the law to prove the guilt of the defendant. This study aimed to determine the proof of incest cases in the prosecution process and the obstacles faced by the Public Prosecutor in proving the incest case of infanticide at the Purwokerto District Attorney's Office. This study used an empirical juridical approach with descriptive analytical research specifications. The informant was the Public Prosecutor of Purwokerto District Attorney, who was determined by purposive sampling. The type of data consists of primary and secondary data obtained from field and literature studies through interviews and literature studies. The data analysis method was qualitative. The results showed that the proof of incest cases in the crime of infanticide before carrying out the prosecution process starts by examining case files, determining charges, preparing for trials, submitting charges, and proving. The obstacles faced by the Public Prosecutor in proving the case of incest in the crime of infanticide can be classified as legal structures and legal substance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save