Home
Login.
Artikelilmiahs
47770
Update
AFRILIANA DWI ROSITA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PARTISIPASI AYAH DALAM PEMBERIAN MPASI DENGAN STATUS GIZI BAYI 6–12 BULAN DI DESA GANDATAPA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi terutama dalam menentukan status gizi bayi. Keterlibatan ayah dalam pemberian MPASI dapat berkontribusi terhadap status gizi bayi, tetapi masih banyak ayah yang kurang berpartisipasi dalam proses ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara partisipasi ayah dalam pemberian MPASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di Desa Gandatapa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analisis korelasi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ayah yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan di Desa Gandatapa, dengan teknik total sampling sebanyak 44 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur partisipasi ayah yaitu Early Childhood Longitudinal Study-Birth Cohort dan pengukuran status gizi bayi berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Somers’ D. Hasil penelitian: karakteristik ayah dengan nilai tengah usia yaitu 33 tahun dengan tingkat pendidikan mayoritas SMA, bekerja sebagai buruh dan pendapatan <UMR Banyumas tahun 2024. Partisipasi ayah mayoritas tergolong cukup dengan status gizi mayoritas normal. Analisis uji Somers’d diperoleh hasil p-value = 0.292 (p>0.05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ayah dalam pemberian MPASI dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di Desa Gandatapa. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi ayah dalam pemberian MPASI dengan status gizi bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Gandatapa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Appropriate complementary feeding (MPASI) is a crucial factor in supporting infant growth and development, particularly in determining nutritional status. Father's involvement in complementary feeding may contribute to the nutritional status of infants; however, many fathers still have low participation in this process. This study aims to analyze the relationship between fathers' participation in complementary feeding and the nutritional status of infants aged 6–12 months in Gandatapa Village. Methodology: This study employed a quantitative correlation analysis method with a cross-sectional design. The population consisted of fathers with infants aged 6–12 months in Gandatapa Village, with a total sampling technique involving 44 respondents. Data were collected using a questionnaire to measure fathers' participation based on the Early Childhood Longitudinal Study-Birth Cohort and the measurement of infant nutritional status using the Weight-for-Age (W/A) indicator. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis with the Somers' D test. Results: The median age of fathers was 33 years, with the majority having a high school education, working as laborers, and earning below the minimum wage of Banyumas in 2024. Most fathers had a moderate level of participation, and the majority of infants had a normal nutritional status. The Somers' D test analysis resulted in a p-value of 0.292 (p>0.05), indicating no significant relationship between fathers' participation in complementary feeding and the nutritional status of infants aged 6–12 months in Gandatapa Village. Conclusion: There is no significant relationship between fathers' participation in complementary feeding and the nutritional status of infants aged 6–12 months in Gandatapa Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save