Home
Login.
Artikelilmiahs
47765
Update
SAFRILA ALFISHA
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Minum Obat pada Penderita Tuberkulosis Paru di Klinik Utama Kesehatan Paru Masyarakat (KKPM) Kelas A Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia. Pengobatan TB paru yang lama seringkali membuat penderita terkadang merasa jenuh dan tidak teratur minum obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku minum obat penderita TB Paru di KKPM Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 94 penderita TB paru di KKPM Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan insidental sampling. Variabel yang diteliti meliputi meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan, sikap, efek samping OAT, akses fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, peran PMO, dan peran petugas kesehatan. Instrumen yangdigunakan yaitu wawancara dengan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin (p=0,007), pengetahuan (p=0,008), peran PMO (0,026), dan peran petugas kesehatan (p=0,011) berhubungan dengan perilaku minum obat pada penderita TB paru di KKPM Kabupaten Banyumas. Faktor yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (p=0,002; POR=4,792) artinya pengetahuan kurang baik memiliki risiko 4,794 kali lebih besar untuk memiliki perilaku minum obat yang kurang baik dibandingkan dengan responden dengan pengetahuan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan, peran PMO dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku minum obat pada penderita TB paru di KKPM Kabupaten Banyumas. Pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh. Saran bagi penderita TB paru sebaiknya lebih sering mencari informasi mengenai pengobatan TB paru dan meningkatkan kesadaran diri untuk minum obat teratur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that remains one of the public health issues in the world. Long-term treatment for pulmonary tuberculosis often makes patients feel bored and don't take medication regularly. The purpose of this study is to identify the factors that influence the medication-taking behavior of pulmonary TB patients at KKPM Banyumas. Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The sample for this study consisted of 94 pulmonary TB patients at KKPM Banyumas Regency, using incidental sampling technique. The variables studied include age, gender, education, employment status, knowledge, attitude, side effects of anti-TB drugs, access to health facilities, family support, the role of treatment supervisor, and the role of health workers. The instrument used was interviews with questionnaires. Data analysis includes univariate, bivariate, and multivariate analysis. Research Results: The results show that gender (p=0.007), knowledge (p=0.008), the role of treatment supervisor (0.026), and the role of health workers (p=0.011) were related to medication taking behavior of pulmonary TB patients at KKPM Banyumas. The most influential factor is knowledge (p=0.002; POR=4.792), meaning that poor knowledge has a 4.794 times greater risk of having poor medication taking behavior compared to respondents with good knowledge. Conclusion: There is a relationship between gender, knowledge, role of PMO and role of health workers on medication-taking behavior in patients with pulmonary TB in KKPM Banyumas Regency. Knowledge is the most influential factor. Suggestions for patients with pulmonary TB should seek information more often about pulmonary TB treatment and increase self-awareness to take medication regularly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save