Home
Login.
Artikelilmiahs
47755
Update
FITRIA NABILAH
NIM
Judul Artikel
Kualitas Pelayanan Publik di Unit Layanan Terpadu (ULT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyatukan layanan yang ada di dalam Kementerian menjadi kesatuan lebih mudah diakses oleh pemangku kepentingan pendidikan serta masyarakat yang ingin mendapatkan informasi pendidikan, pusat pengaduan, dan pengelolaan beasiswa, serta jenis lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan publik di Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek menggunakan teori oleh Zeithaml, Parasuraman, Berry (1988), yang terdiri indikator tangible, reability, responsiviness, assurance, emphaty. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukan sudah baik secara keseluruhan, memadai, petugas layanan juga telah menjalankan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Namun layanan ini masih menemui beberapa kendala yaitu: (1) Dimensi tangible yaitu kerusakan fasilitas layanan yang mengganggu kenyamanan pengguna layanan; (2) Dimensi emphaty yaitu ketidakramahan petugas dalam proses pelayanan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek is an institution that was formed to unite existing services within the Ministry into a unit that is more easily accessible to education stakeholders and the public who want to obtain educational information, complaint centers, and scholarship management, as well as other types. The aim of this research is to determine the quality of public services in the Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek the model by Zeithaml, Parasuraman, Berry (1988), which consists of tangible indicators, reliability, responsiveness, assurance, empathy. The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation techniques. Research shows that overall it is good, adequate, service officers have also carried out services in accordance with established standards. However, this service still faces several obstacles, namely: (1) The tangible dimension, namely damage to service facilities which disturbs the comfort of service users; (2) The empathy dimension is the unfriendliness of officers in the service process.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save