Home
Login.
Artikelilmiahs
47606
Update
SHOLIKHUL HUDA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL, NILAI TAMBAH DAN SENSITIVITAS PADA AGROINDUSTRI GULA TUMBU DI UD. BAROKAH JAYA KECAMATAN DAWE KAUPATEN KUDUS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial, nilai tambah, dan sensitivitas produksi gula tumbu di UD. Barokah Jaya, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemilihan lokasi secara purposive karena UD. Barokah Jaya melakukan produksi gula tumbu setiap bulan. Analisis yang diterapkan meliputi kelayakan finansial, analisis nilai tambah metode Hayami, dan analisis sensitivitas terhadap perubahan harga jual serta biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha gula tumbu di UD. Barokah Jaya memiliki R/C ratio sebesar 1,28, BEP unit sebesar 3.131 kg, BEP harga di Rp 8.609,98, serta payback period selama 10 bulan, sehingga dinyatakan layak untuk dijalankan. Nilai tambah produksi gula tumbu mencapai Rp 410,61 dengan rasio nilai tambah sebesar 35%, yang termasuk dalam kategori nilai tambah sedang. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan harga jual hingga 20% masih membuat usaha layak dijalankan, tetapi pada penurunan 30%, usaha menjadi tidak layak karena mengalami kerugian. Sebaliknya, meskipun biaya produksi naik hingga 30%, usaha tetap layak untuk dijalankan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the financial feasibility, added value, and sensitivity of gula tumbu production at UD. Barokah Jaya, Dawe District, Kudus Regency. The research method used is a case study with a purposive selection of the location, as UD. Barokah Jaya produces gula tumbu every month. The analysis applied includes financial feasibility analysis, added value analysis using the Hayami method, and sensitivity analysis of changes in selling prices and production costs. The results show that the gula tumbu business at UD. Barokah Jaya has an R/C ratio of 1.28, a break-even point (BEP) of 3,131 kg, a BEP price of Rp 8,609.98, and a payback period of 10 months, indicating that the business is feasible. The added value obtained from gula tumbu production is Rp 410.61, with an added value ratio of 35%, which falls into the medium category. Sensitivity testing shows that a selling price decrease of up to 20% still allows the business to be viable. However, at a 30% price decrease, the business becomes unfeasible due to losses. Conversely, even with a production cost increase of up to 30%, the business remains feasible.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save