Home
Login.
Artikelilmiahs
47558
Update
IFA AYU HAMIMAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Spasial Kejadian Hipertensi Berdasarkan Hasil Skrining PTM Pada Integrasi Layanan Primer (ILP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanglewas Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Kejadian hipertensi di Kecamatan Karanglewas Tahun 2024 pada bulan Agustus terdapat 507 kasus dan menduduki peringkat ke 4 di Kabupaten Banyumas. Geographic Information System (GIS) berguna untuk mengetahui persebaran penyakit, sehingga pada bidang kesehatan dimanfaatkan untuk pemetaan distribusi spasial serta cakupan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian hipertensi Kecamatan Karanglewas Tahun 2024. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi cross sectional bersifat deskriptif. Subyek penelitian ini adalah penderita hipertensi dari hasil skrining PTM di Kecamatan Karanglewas Tahun 2024 sejumlah 490 orang. Data terdiri dari data sekunder dan data primer yang dikumpulkan dengan GPS Test. Analisis univariat dengan aplikasi SPSS 27 dan analisis spasial dilakukan melalui aplikasi ArcGIS 10.2. Hasil Penelitian : Distribusi penderita hipertensi di Kecamatan Karanglewas tersebar di 13 desa, 25,19% kasus berada di Desa Singasari, 83,3% mayoritas penderita berusia produktif (15-59 tahun), 73,9% berjenis kelamin perempuan. Penderita hipertensi yang merokok sebesar 13,1%, beraktivitas fisik kurang sebesar 68,6%, konsumsi sayur dan buah kurang sebesar 68,8%, dan yang memiliki status IMT obesitas sebesar 43,5%. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa 78% kejadian hipertensi berada di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi 1250-8000 jiwa/km², 60% berada pada wilayah dengan jumlah penduduk miskin tinggi 307-459 jiwa, dan 48% berada di wilayah buffering jauh 1201-3000 meter dari fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan : Mayoritas penderita hipertensi di Kecamatan Karanglewas Tahun 2024 berada di wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan jumlah penduduk miskin yang tinggi, serta berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Spasial, Hipertensi, Skrining PTM
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : The incidence of hypertension in Karanglewas District in August 2024 was 507 cases and ranked 4th in Banyumas Regency. Geographic Information System (GIS) is useful for knowing the distribution of diseases, so that in the health sector it is used for mapping spatial distribution and coverage of health services. This study aims to determine the distribution of hypertension incidence in Karanglewas District in 2024. Method : This type of research is quantitative with a descriptive cross-sectional study. The subjects of this study were hypertension sufferers from the results of PTM screening in Karanglewas District in 2024 totaling 490 people. The data consists of secondary data and primary data collected using the GPS Test. Univariate analysis with the SPSS 27 application and spatial analysis was carried out using the ArcGIS 10.2 application. Results : The distribution of hypertension sufferers in Karanglewas District is spread across 13 villages, 25.19% of cases are in Singasari Village, 83.3% of the majority of sufferers are of productive age (15-59 years), 73.9% are female. Hypertension sufferers who smoke are 13.1%, less physical activity is 68.6%, less vegetable and fruit consumption is 68.8%, and those with an obese BMI status are 43.5%. The results of spatial analysis show that 78% of hypertension cases are in areas with high population density of 1250-8000 people/km², 60% are in areas with a high number of poor people of 307-459 people, and 48% are in buffering areas 1201-3000 meters away from health service facilities. Conclusion : The majority of hypertension sufferers in Karanglewas District in 2024 are in areas with high population density and a high number of poor people, and are far from health service facilities. Keywords : Spatial, Hypertension, PTM Screening
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save