Home
Login.
Artikelilmiahs
47547
Update
FAUZI FAISAL AKBAR
NIM
Judul Artikel
COMMUNITY-BASED TOURISM SECARA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KEMUTUG LOR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pariwisata berkelanjutan merupakan konsep yang berupaya meminimalkan dampak negatif lingkungan dan sosial sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. Community-Based Tourism (CBT) menjadi model alternatif pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Desa Wisata Kemutug Lor merupakan contoh penerapan CBT yang dianggap berhasil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis keberhasilan penerapan CBT secara berkelanjutan di Desa Wisata Kemutug Lor. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif, melibatkan 32 responden dari pengelola pariwisata yang dipilih menggunakan teknik clustering dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan deskriptif univariat dan uji hipotesis t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT telah berhasil diterapkan di Desa Wisata Kemutug Lor secara berkelanjutan dengan kategori tinggi (>72) berdasarkan nilai t-hitung 9,71 > t-tabel 1,699. Keberhasilan CBT di desa ini tercermin dalam lima dimensi utama. Pada dimensi ekonomi, CBT meningkatkan pendapatan dan peluang kerja masyarakat, meskipun tingkat pengangguran masih 19% dan skor SDGs ke-8 serta ke-10 masing-masing hanya 27,63/100 dan 35,89/100. Dimensi sosial menunjukkan peningkatan kualitas hidup dan hubungan sosial, meski skor SDGs ke-3, ke-4, dan ke-5 hanya mencapai 59,20/100, 41,11/100, dan 48,63/100. Dimensi budaya menunjukkan keberhasilan dalam pelestarian budaya lokal. Pada dimensi politik, partisipasi masyarakat meningkat meskipun skor SDGs ke-18 masih 50,97/100. Dimensi lingkungan menunjukkan peningkatan daya dukung lingkungan, dengan skor SDGs ke-6 sebesar 56,65/100.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sustainable tourism aims to minimize negative environmental and social impacts while enhancing the local economy. Community-Based Tourism (CBT) serves as an alternative model for sustainable tourism by actively involving local communities. Kemutug Lor Tourism Village is considered a successful example of CBT implementation. This study aims to describe and analyze the sustainable implementation of CBT in Kemutug Lor. A quantitative descriptive method was employed, involving 32 tourism management respondents selected using clustering and quota sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using univariate descriptive statistics and a t-test hypothesis test. The results indicate that CBT has been successfully implemented at a high level (>72), with a t-value of 9.71 exceeding the critical t-table value of 1.699. The success of CBT is reflected in five key dimensions. Economically, CBT has increased income and employment opportunities, although the unemployment rate remains at 19%, and SDG scores for Goals 8 and 10 are 27.63/100 and 35.89/100, respectively. Socially, it has improved quality of life and social relations, though SDG scores for Goals 3, 4, and 5 are 59.20/100, 41.11/100, and 48.63/100. Culturally, it has contributed to preserving local heritage. Politically, community participation has increased, despite an SDG Goal 18 score of 50.97/100. Environmentally, carrying capacity has improved, with an SDG Goal 6 score of 56.65/100.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save