Home
Login.
Artikelilmiahs
47517
Update
FAIZA TSURAYYA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA DEWASA MUDA (21-40 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Kanker payudara menjadi penyakit yang menyumbang insiden kasus dan angka mortalitas tinggi. Pada tahun 2023, Puskesmas Purwokerto Selatan melaporkan adanya 1,8% kasus. Namun, perilaku deteksi dini pada wanita dewasa muda (21–40 tahun) masih belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wanita dewasa muda untuk melakukan pencegahan kanker payudara. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional di Puskesmas Purwokerto Selatan, Indonesia, pada bulan Oktober 2024 sampai dengan Desember 2024, dengan jumlah responden sebanyak 88 orang yang dipilih melalui stratified sampling. Nomor ethical clearance adalah 1683/EC/KEPK/XI/2024. Kuesioner yang digunakan adalah instrumen Indonesia-Champion Health Belief Model (I-CHBMs). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri. Variabel terikat adalah perilaku pencegahan kanker payudara. Analisis data menggunakan uji regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi hambatan (p=0,022), isyarat untuk bertindak (p=0,000), dan efikasi diri (p=0,002) dengan perilaku pencegahan kanker payudara. Faktor yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah isyarat untuk bertindak (p=0,002; OR=5,086; CI=1,781-14,525). Kesimpulan: Dukungan dari petugas kesehatan dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran diri guna meningkatkan perilaku pencegahan kanker payudara dini di kalangan dewasa muda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Breast cancer shows a significant health challenge, characterized by high incidence and mortality rates. In 2023, the South Purwokerto Health Center reported 1.8% of cases. However, early detection behavior among young adult women (21–40 years) remains inadequate. This study aims to identify the factors that influence young adult's decisions to prevent breast cancer. Methods : A quantitative cross-sectional design was conducted in the South Purwokerto Health Center, Indonesia, from October 2024 to December 2024, with 88 respondents selected through stratified sampling. The ethical clearance number is 1683/EC/KEPK/XI/2024. The questionnaire adopted the Indonesia-Champion Health Belief Model (I-CHBMs) instrument. The independent variables in this study are perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy. The dependent variable is breast cancer prevention behavior. Data analysis utilized univariate, bivariate, and multivariate logistic regression tests. Results : This study shows significant relationships between perceived barriers (p=0.022), cues to action (p=0.000), and self-efficacy (p=0.002) with breast cancer prevention behavior. The most influential factor in this study was cues to action (p=0.002; OR=5.086; CI=1.781-14.525). Conclusion : The support from healthcare workers and families is crucial to promote self-awareness to increase early breast cancer prevention behaviors among young adults.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save