Home
Login.
Artikelilmiahs
47507
Update
NAUFAL IHSANDIFA LESTYAPUTRA
NIM
Judul Artikel
Studi Distribusi Unsur Hara Kalium dan Serapannya oleh Tanaman Padi Sawah di Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi adalah komoditas pangan utama di Indonesia dengan permintaan yang terus meningkat, sehingga keberlanjutan produksinya menjadi penting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna mengatasi hal tersebut yaitu dengan pemenuhan unsur hara, terutama kalium. Bagi padi, kalium berperan dalam pertumbuhan anakan, ukuran dan berat gabah, pengaturan stomata, serta ketahanan tanaman. Kekurangan kalium dapat menghambat fotosintesis, penyerapan air, dan nutrisi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran hara Kalium, mengetahui hubungan ketersediaan Kalium dan serapan kalium dengan hasil padi sawah, serta mengetahui rekomendasi pemupukan kalium yang optimal untuk meningkatkan hasil padi sawah di Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei tanah pada titik sampel yang ditentukan berdasarkan Peta SLH skala 1:50.000 menggunakan metode transek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalium tersedia memiliki harkat rendah hingga sedang berkisar antara 0,08-0,36 cmol(+)/kg K2O. Hubungan kalium tersedia dengan hasil padi sawah menunjukkan nilai hubungan sebesar 32,27%. Sementara itu, serapan kalium daun berpengaruh sebesar 6,83% terhadap hasil padi. Serapan kalium gabah per tanaman menunjukkan hubungan yang cukup kuat terhadap hasil padi, yaitu 32,72%, serapan kalium gabah per rumpun juga menunjukkan pengaruh yang lebih kuat terhadap hasil padi, yaitu 54,83%. Sebaliknya, serapan kalium gabah per hektar menunjukkan hubungan yang lemah dengan hasil padi, yaitu hanya sebesar 8,18%. Rekomendasi pemupukan kalium berkisar antara 57,47-122,14 kg pupuk K/ha atau setara 68,94-146,57 kg pupuk K2O/ha atau 114,89-244,29 kg pupuk KCl/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice plants is a major food commodity in Indonesia, and its demand increasing every year, making crucial the sustainability of rice production. One effort to support this sustainability is by fulfilling nutrients, especially potassium. Potassium plays a role in increasing tiller growth, grain size and weight, stomata regulation, and plant resistance. Potassium deficiency can inhibit photosynthesis, water absorption, and nutrient uptake. The purpose of this study is to determine the distribution of soil potassium, to determine the relationship between potassium availability and its absoptions by paddy rice yields, and to determine the recommendations of potassium fertilization in the Sub-Watershed of Serayu Hilir, Ajibarang District, Banyumas Regency. This research was carried out using a soil survey method at sample points which created using the transect method on the Homogeneous Land Unit Map. The results show that the available potassium in the soil (K₂O) ranges from low to moderate, between 0.08-0.36 cmol(+)/kg K₂O. The relationship between the available potassium and paddy rice yield shows a correlation coefficient value of 32.27%. Meanwhile, potassium uptake by leaves contributed 6.83% to the rice yield. Potassium uptake by grains per plant showed a fairly strong relationship with rice yield, at 32.72%, while potassium uptake by grains per clump had an even stronger influence, at 54.83%. Potassium uptake by grains per hectare showed a weak relationship with the rice yield, at only 8.18%. The recommendation for potassium fertilization in the study area ranges from 57.47-122.14 kg K fertilizer/ha, equivalent to 68.94-146.57 kg K₂O/ha or 114.89-244.29 kg KCl/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save