Home
Login.
Artikelilmiahs
47502
Update
NURFAIDATUN NISWATUL FITRIAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Spasial Faktor Risiko Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hipertensi diperkirakan menyebabkan 7,5 juta kematian atau 12,8% dari total seluruh kematian di dunia. Besaran kasus hipertensi di Kabupaten Banyumas mencapai 172.054 jiwa. Kecamatan Lumbir merupakan urutan ketiga kecamatan di Kabupaten Bnyumas dengan hipertensi tertinggi, yaitu sebanyak 8.487 kasus. Analisis spasial dapat digunakan untuk mengetahui sebaran faktor risiko penyakit yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan terkait penanggulangan maupun pencegahan hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain studi kasus kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 90 responden dengan 45 kasus dan 45 kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan SPSS dan QGIS dengan analisis univariat, bivariat, multivariat, dan spasial. Terdapat pengaruh riwayat keluarga (p value = 0,001 OR=9,008) dan perilaku merokok (p value = 0,011 OR=6,653) terhadap hipertensi setelah dikontrol variabel tingkat stres di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir. Desa dengan kelompok kasus yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi terbanyak adalah Desa Parungkamal dan Desa Karanggayam. Sementara itu, desa dengan kelompok kasus yang merupakan perokok berat terbanyak adalah Desa Canduk dan Desa Kedunggede. Riwayat keluarga dan perilaku merokok berpengaruh terhadap hipertensi setelah dikontrol tingkat stres di Wilayah Kerja Puskesmas Lumbir. Analisis spasial dapat menunjukkan desa dengan proporsi terbanyak terkait faktor risiko hipertensi. Puskesmas Lumbir perlu mempertimbangkan untuk pengusulan pengadaan puskesmas baru agar tidak hanya ada satu puskesmas di Kecamatan Lumbir dan memberikan edukasi mengenai hipertensi terutama pada penderita hipertensi supaya keluarganya lebih waspada.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Hypertension causes 7.5 million deaths, or 12.8% of global deaths. In Banyumas Regency, there are 172,054 hypertension cases, with Lumbir District reporting 8,487 cases, the third highest in the region. Spatial analysis helps identify disease risk factor distribution, aiding decision-making for hypertension management and prevention. This study is an analytical quantitative research with a case-control design, using cluster random sampling. It involved 90 respondents (45 cases and 45 controls), with data collected through interviews. SPSS were used for multivariate analysis using logistic regression test and QGIS were used for spatial analysis using buffer, overlay and chropleth techniques. Results show that family history (p=0.001, OR=9.008) and smoking behavior (p=0.011, OR=6.653) significantly impact hypertension after controlling for stress levels in the Lumbir Health Center Work Area. Parungkamal and Karanggayam villages had the highest number of cases with a family history of hypertension, while Canduk and Kedunggede villages had the most heavy smokers. Family history and smoking behavior contribute to hypertension. Spatial analysis can show villages with the highest proportion of risk factors for hypertension. Lumbir Health Center needs to consider establishing a new health center and provide education abaout hypertension, especially for hypertension suffers, so that their families are more alert.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save