Home
Login.
Artikelilmiahs
47494
Update
VENTI ELSANTI
NIM
Judul Artikel
EFEKTIVITAS GERAKAN NASIONAL PENGENDALIAN INFLASI PANGAN (GNPIP) BANK INDONESIA TERHADAP STABILITAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pangan strategis merupakan komoditas yang posisinya sangat kuat pada pembentukan angka inflasi. Komoditas pangan yang mempengaruhi tingkat inflasi di wilayah Kabupaten Banyumas terdiri dari tiga jenis yaitu cabai rawit, bawang merah, dan beras (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 2023). Komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan inflasi diwujudkan dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), yaitu program yang dipelopori oleh Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). GNPIP di Kabupaten Banyumas direalisasikan melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar oleh Bank Indonesia Purwokerto untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas. Ketidakstabilan harga pangan dapat berpengaruh pada lemahnya ketahanan pangan, sehingga mengakibatkan lonjakan angka kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana informan dalam penelitian berjumlah 40 orang yang meliputi 5 orang key informan dari Bank Indonesia, 5 orang responden dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Banyumas, dan 30 orang responden pedagang komoditas beras, bawang merah dan cabai rawit di Pasar Wage, Pasar Manis dan Pasar Sokaraja. Analisis pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, and Product), Uji Kaiser Meyer Olkin dan Bartlett’s Test of Sphericity, analisis Total Variance Explained, serta analisis Rotated Component Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas telah berjalan efektif sesuai dengan hasil evaluasi CIPP sebesar 80,89% yang meliputi efektivitas context berjumlah 80,83%, efektivitas input berjumlah 79,33%, efektivitas process berjumlah 77,75%, dan efektivitas product berjumlah 85,5%. Berdasarkan dua belas pernyataan yang diukur, hasil analisis disederhanakan menjadi empat faktor pendukung yang dominan mempengaruhi efektivitas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Bank Indonesia terhadap stabilitas harga pangan di Kabupaten Banyumas meliputi pelaksanaan GNPIP yang sesuai rencana, tim operasional yang kompeten, ketersediaan pasokan cabai rawit, bawang merah, dan beras pasca GNPIP, serta peran pedagang komoditas pangan dalam menjaga kestabilan harga. Sementara untuk faktor penghambat yaitu sulitnya mencari pemasok komoditas pangan dari dalam Kabupaten Banyumas ketika terjadi lonjakan harga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Strategic food is a commodity with a very strong position in the formation of the inflation rate. Food commodities that affect the inflation rate in Banyumas Regency consist of three types, namely cayenne pepper, shallots, and rice (Department of Agriculture and Food Security, 2023). The government's commitment to maintaining stable inflation is manifested in the National Food Inflation Control Movement (GNPIP), a program pioneered by Bank Indonesia in collaboration with the Regional Inflation Control Team (TPID). GNPIP in Banyumas Regency was realized through the Cheap Food Movement and Market Operations by Bank Indonesia Purwokerto to maintain food price stability in Banyumas Regency. Food price instability can affect the weakness of food security, resulting in a spike in the poverty rate. The purpose of this study is to analyze the effectiveness and identify the supporting and inhibiting factors of the effectiveness of Bank Indonesia's National Food Inflation Control Movement (GNPIP) on food price stability in Banyumas Regency. The method used in this research is descriptive analysis. The data taken are primary data and secondary data. The sampling technique in this study used purposive sampling where the informants in the study amounted to 40 people, including 5 key informants from Bank Indonesia, 5 respondents from the Regional Inflation Control Team of Banyumas Regency, and 30 respondents of rice, shallot and cayenne pepper commodity traders in Pasar Wage, Pasar Manis and Pasar Sokaraja. The analysis in this research is descriptive analysis, CIPP evaluation model (Context, Input, Process, and Product), Kaiser Meyer Olkin Test and Bartlett's Test of Sphericity, Total Variance Explained analysis, and Rotated Component Matrix analysis. The results showed that Bank Indonesia's National Movement for Food Inflation Control (GNPIP) on food price stability in Banyumas Regency has been running effectively according to the results of the CIPP evaluation of 80.89% which includes context effectiveness totaling 80.83%, input effectiveness totaling 79.33%, process effectiveness totaling 77.75%, and product effectiveness totaling 85.5%. Based on the twelve statement indicators measured, the analysis results are simplified into four supporting factors that dominantly influence the effectiveness of Bank Indonesia's National Movement for Food Inflation Control (GNPIP) on food price stability in Banyumas Regency, including the implementation of GNPIP according to plan, a competent operational team, the availability of supply of cayenne pepper, shallots, and rice after GNPIP, and the role of food commodity traders in maintaining price stability. Meanwhile, the inhibiting factor is the difficulty in finding food commodity suppliers from within Banyumas Regency when price spikes occur.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save