Home
Login.
Artikelilmiahs
47436
Update
NUR SHIHHAH MAULIDAH
NIM
Judul Artikel
Indikasi Pork Barrel Politics di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan praktik Pork Barrel Politics dalam Pilkada 2024 di Kabupaten Purbalingga. Praktik pork barrel politics merujuk pada program-program pemerintah yang bersifat populis, yang seringkali digunakan incumbent untuk meningkatkan keterpilihan atau mempertahankan dukungan dalam pemilihan kepala daerah. Kebijakan semacam itu dapat menjadi salah satu strategi yang efektif bagi para incumbent dalam menjaga keterpilihan mereka. Tulisan ini bermaksud untuk menjelaskan adanya indikasi pork barrel politics di Kabupaten Purbalingga dan implikasinya terhadap efektivitas pilkada 2024 di Kabupaten Purbalingga. Tulisan ini berdasarkan pada penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil tulisan ini, menunjukkan bahwa ditemukan indikasi praktik pork barrel politics di Kabupaten Purbalingga pada pilkada 2024 melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Indikasi pork barrel politics di Kabupaten Purbalingga terlihat dari pelaksanaan program kerja yang cenderung memihak, dengan memfokuskan alokasi program pada wilayah-geografis tertentu yang dianggap strategis untuk mendulang suara dalam pilkada. Selain itu, distribusi anggaran seringkali tidak merata dan lebih menguntungkan kelompok-kelompok tertentu. Hal ini diperkuat dengan adanya kendali signifikan yang dimiliki oleh bupati terkait penyaluran bantuan yang lebih diarahkan untuk memperkuat basis dukungan politik. Simpulan dari penulisan ini adalah bahwa praktik pork barrel politics tidak selalu bisa memberikan jaminan dengan kemenangan bagi incumbent.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This article aims to describe the practice of Pork Barrel Politics in the 2024 Regional Election (Pilkada) in Purbalingga Regency. Pork barrel politics refers to populist government programs that are often used by incumbents to increase electability or maintain support in regional elections. Such policies can be an effective strategy for incumbents to secure their electoral prospects. This study seeks to explain the indications of pork barrel politics in Purbalingga Regency and its implications for the effectiveness of the 2024 Pilkada in the region. This article is based on qualitative research methods, with data collected through interviews, observations, and document studies. The findings indicate the presence of pork barrel politics in Purbalingga Regency during the 2024 Pilkada through the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program. The indications of pork barrel politics in Purbalingga can be observed in the implementation of government programs that tend to be biased, with program allocations concentrated in specific geographic areas deemed strategic for gaining electoral support. Additionally, budget distribution is often unequal and disproportionately benefits certain groups. This situation is reinforced by the significant control exercised by the regent over aid distribution, which is directed toward strengthening political support bases. The conclusion of this study is that the practice of pork barrel politics does not always guarantee electoral victory for incumbents.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save