Home
Login.
Artikelilmiahs
47309
Update
AHMAD MAULANA YUSUF
NIM
Judul Artikel
Komposisi dan Kepadatan Sampah Laut (Marine Debris) di Pantai Wisata Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sampah laut merupakan material sisa yang tidak memiliki manfaat dan di buang baik secara langsung maupun tidak langsung ke lingkungan. Aktivitas wisata dan kepadatan penduduk dapat menjadi sumber pencemaran sampah laut. Selain itu, faktor oseanografi juga berpengaruh terhadap akumulasi sampah laut di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai komposisi dan kepadatan sampah laut di Pantai Widuri, Pantai Joko Tingkir, dan Pantai Cemoro Sewu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu random sampling dengan line transect sepanjang 100 m dengan analisis data secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompisi sampah laut di Kabupaten Pemalang terdiri atas plastik, logam/metal, kaca, karet, kayu olahan, dan kain. Nilai kepadatan sampah laut tertinggi berdasarkan jumlah terdapat di Pantai Joko Tingkir sebesar 0,77 keping/m2, sedangkan nilai kepadatan berdasarkan berat tertinggi terdapat di Pantai Widuri sebesar 19,06 g/m2. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat memberikan informasi terhadap masyarakat mengenai keberadaan, sumber, dan dampak yang ditimbulkan sampah laut di Kabupaten Pemalang serta menjadi acuan oleh pihak-pihak terkait dalam menangani permasalahan sampah laut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Marine debris is leftover material that has no use and is disposed of either directly or indirectly into the environment. Tourism activities and population density can be a source of marine debris pollution. In addition, oceanographic factors also affect the accumulation of marine debris in Pemalang Regency. This study aims to determine the value of the composition and density of marine debris at Widuri Beach, Joko Tingkir Beach, and Cemoro Sewu Beach. The method used in this research is random sampling with a 100 m long line transect with comparative descriptive data analysis. The results of this study indicate that the composition of marine debris in Pemalang Regency consists of plastic, metal/metal, glass, rubber, processed wood, and cloth. The highest density value based on the number is found at Joko Tingkir Beach at 0.77 item/m2, while the highest density value based on weight is found at Widuri Beach at 19.06 g/m2. The benefits of this research are that it can provide information to the public about the existence, sources, and impacts of marine debris in Pemalang Regency and become a reference for related parties in dealing with marine debris problems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save