Home
Login.
Artikelilmiahs
47237
Update
DIAH NUR AMALIA
NIM
Judul Artikel
Ekokritik Sastra pada Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye dan Implementasi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ekokritik sastra merupakan pendekatan yang menganalisis hubungan antara karya sastra dengan lingkungan. Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra memiliki peran penting dalam mengangkat isu-isu lingkungan sebagai bentuk kritik terhadap perilaku manusia yang merugikan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kritik ekologi dan faktor penyebab kerusakan lingkungan yang terdapat dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye serta mengimplementasikan hasil penelitian tersebut ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini berupa novel berjudul Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Objek penelitian berupa frasa, kata, maupun kalimat yang mengandung konsep ekokritik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekokritik Garrrard (2004) dan teori faktor penyebab kerusakan lingkungan menurut Dovers dan Handmer (dalam Utina & Baderan, 2009). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat, sementara teknik yang digunakan dalam analisis data menggunakan teknik analisis isi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 45 data bentuk kritik ekologi beserta faktor penyebabnya yang terdiri atas 9 data pencemaran, 5 data hutan belantara, 5 data bencana, 13 data perumahan atau tempat tinggal, 5 data pada binatang, dan 8 data pada bumi. Penelitian ini juga mendeskripsikan adanya faktor penyebab kerusakan lingkungan yang mempengaruhi adanya kritik ekologi, yang didominasi oleh faktor adanya kepentingan individu maupun kelompok yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian diimplementasikan dalam bentuk modul ajar untuk materi mengulas karya fiksi pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Literary ecocriticism is an approach that analyzes the relationship between literary works and the environment. Novels as a form of literary works play an important role in raising environmental issues as a form of criticism of human behavior that harms the environment. This research aims to describe the form of ecological criticism and the factors that cause environmental damage contained in the novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye and implement the results of the research into Indonesian language learning. The form of this research is qualitative research. The subject of this research is a novel entitled Teruslah Bodoh Jangan Pintar by Tere Liye. The object of research is phrases, words, and sentences that contain the concept of ecocriticism. The theory used in this research is Garrrard's ecocriticism theory (2004) and the theory of factors causing environmental damage according to Dovers and Handmer (in Utina & Baderan, 2009). The data collection techniques used are reading and note-taking techniques, while the method used in data analysis uses the content analysis method. The data validity technique used in this research is theoretical triangulation technique. The results showed that there were 45 data on the form of ecological criticism and its causal factors consisting of 9 data on pollution, 5 data on wilderness, 5 data on appocalypse, 13 data on dwelling, 5 data on animals, and 8 data on the earth. This study also describes the factors that cause environmental damage that affect the existence of ecological criticism, which is dominated by the interests of individuals or groups that ignore environmental sustainability. The results of the research are implemented in the form of teaching modules for the material of reviewing works of fiction in Indonesian language learning class VIII junior high school.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save